Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Gerbang Masuk Tubaba, Kelurahan Mulya Asri Siap Bahas Usulan Pembangunan Melalui Musrenbang

318
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/gerbang-masuk-tubaba-kelurahan-mulya-asri-siap-bahas-usulan-pembangunan-melalui-musrenbang-01.jpg
Prambumi Restu Aji (Baju Putih) Lurah Mulya Asri.

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Sebagai pintu gerbang masuk ke Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Kelurahan Mulya Asri Kecamatan Tulangbawang Tengah yang juga merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Tengah ini sedang mempersiapkan rencana pembangunan untuk tahun 2019 nanti kepada Pemerintah Kabupaten setempat.

Pembahasan berbagai rencana pembangunan yang prioritas di wilayah Kelurahan Mulya Asri ini akan diangkat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 yang akan digelar pada 31 Januari 2018 ini dengan mengusung tema Rencana Program Pembangunan Yang Berkesinambungan.

” Pembangunan berkesinambungan artinya apa yang kita usulkan ke Pemerintah Daerah, tidak serta merta kita meminta untuk diakomodir secara keseluruhan, melainkan tahap demi tahap. Makanya Musrenbang ini sangat penting sehingga pas akhir bulan Januari ini kita gelar Musrenbang untuk usulan pembangunan tahun 2019,” kata Prambumi Restu Aji, Lurah Mulya Asri diruang kerjanya, Jum’at (26/1/2017).

Pram menjelaskan, Musrenbang tingkat Kelurahan tentunya akan melibatkan masyarakat, Aparatur kelurahan sampai di Kepala Lingkungan di dua Lingkungan yang ada di Mulya Asri, RT, RK, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, kepala Puskesmas, Pengurus PKK, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

“Isu-isu yang akan diangkat dalam Musrenbang tersebut yaitu, Rencana pembangunan, penataan lingkungan, infrastruktur, pendidikan, sistem keamanan terpadu dan kesehatan. Nah, pada kesehatan ini dirasa sudah maksimal namun pembahasan yang akan diusulkan juga yaitu untuk Insentif Kader Posyandu, karena kalau di Tiyuh kader posyandu ini insentifnya melalui Dana Desa,”tutur Pram.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memperhatikan insentif Juru kunci Tempat Pemakaman Umum (TPU). Di Mulya Asri ini terdapat dua titik TPU masing-masing satu orang juru kunci. “Dan selama ini memang kami sisihkan Rp150 ribu per bulan dari dana pribadi kami sebagai bentuk kepedulian. Kita coba akan usulkan ke Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), siapa tau bisa ada program insentif juru kunci TPU,”tambahnya.
Hanya saja, imbuh Pram, hal itu nanti akan dilakukan serapan dari RK, RT dan masyarakat. Karena mereka yang paham apa yang dibutuhkan masyarakat, dan apa saja yang sudah dan belum terealisasi.

“Yang terealisasi di tahun 2017 infrastruktur jalan, dari jalan tanah ke ounderlagh sepanjang 12 yang kita ajukan realisasinya 7 kilometer. Kemudian dari ounderlagh ke lapen yang berada di dua titik sepanjang 1300 meter,”jelas dia.

“Jalan penghubung dari Mulya Asri ke Kampung Gunung Sari (Lampung Tengah) dilakukan oleh pemerintah yaitu hotmix sepanjang 1000 meter. Dan Inisiatif kita juga telah melakukan pelebaran badan jalan di lingkungan II. Ini Swadaya baik Anggota Dewan setempat, LPM dan Aparatur Kelurahan. Untuk tahun anggaran 2018 ini kita masih menunggu karena usulan melalui berita acara Musrenbang juga telah disampaikan,”imbuh Pram.

Ditambahkannya, Hasil Musrenbang sendiri dibuat berita acara Musrenbang yang mana isi berita acara itu telah mencakup seluruh aspek kebutuhan masyarakat dan nantinya akan disampaikan kepada pihak Kecamatan.
” Selanjutnya pihak kecamatan yang akan menyampaikan kepada Pemda setelah Musrenbang tingkat kecamatan,”tutupnya. (Irawan/Putra).

Facebook Comments