Beranda Pendidikan

Upayakan Anggaran Tepat Sasaran, Mendikbud: Jangan Main-Main dengan Anggaran Pendidikan!

255
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/upayakan-anggaran-tepat-sasaran-mendikbud-jangan-main-main-dengan-anggaran-pendidikan-01.jpg
Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Kamis Malam (25/1/2018), Dalam rakor yang dihadiri sekitar 800 peserta tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan agar pengelola keuangan di lingkungan Kemendikbud menghindari praktik kebocoran dan tidak main-main dengan anggaran pendidikan.

“Saya minta tidak main-main dengan anggaran pendidikan ini. Tidak ada excuse atau maklum dalam hal kebocoran,” tegas Mendikbud.

Ia juga meminta para pejabat Kemendikbud dan pengelola anggaran untuk memastikan agar anggaran pendidikan benar-benar sampai pada tujuan utama, yakni memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui sektor pendidikan.

“Intinya saya berharap kita semua terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk kepentingan bangsa kita melalui sektor pendidikan,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Mendikbud mengingatkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan instansi yang menjadi pusat peradaban dan sumber peradaban. Karena itu pejabat dan pengelola keuangan Kemendikbud harus disiplin dalam menjalankan anggaran.

“Kalau ada di antara kita masih ada benih-benih kemungkaran untuk berbuat tidak tulus dan jujur dengan anggaran kita, saya harap sekarang juga taubatan nasuha,  sebelum diazab oleh Tuhan,” ujarnya.

Terkait pengelolaan keuangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, pengelolaan anggaran negara harus berorientasi hasil dan jelas apa sasaran yang dihasilkan. “Apakah mengelola anggaran sudah berorientasi hasil apa belum? Jangan hanya anggaran habis terserap yang dijadikan ukuran. Harus jelas sasaran apa yang dihasilkan. Outcome-nya apa?”, tegasnya.

Menurut Menpan-RB, setiap satuan kerja (satker) harus tahu betul fungsi kehadirannya, dan apa yang harus dihasilkan dari masing-masing satker itu. Karena itu para pengelola keuangan negara harus dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). “Setiap rupiah dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang dikucurkan ke satker harus jelas hasil apa yang diperoleh,” ujarnya.

Pada Rakor Pengelola Keuangan Kemendikbud juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) antara Mendikbud dengan seluruh pejabat Eselon 1, yang disaksikan Menpan-RB. Perjanjian Kinerja merupakan komitmen pimpinan unit utama di lingkungan Kemendikbud dalam melaksanakan program kerjanya sesuai target ouput dan anggaran yang telah ditetapkan. Dalam Rakor Pengelola Keuangan Kemendikbud, diumumkan juga satuan kerja (satker) dengan kategori Pelaksanaan Anggaran Terbaik, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Terbaik, Tata Kelola Keuangan Terbaik, dan Pengelola Media Sosial Terbaik. Penghargaan diberikan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dan Menpan-RB Asman Abnur. (Rls)

Facebook Comments