Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Demam Cuwe Batang Katuk Serang Warga Lambar

4076
  • 45
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    45
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/demam-cuwe-batang-katuk-serang-warga-lambar-01.jpeg
Demam Cuwe batang katuk atau kemuning bahkan telah menjadi tren dikalangan bapak-bapak perokok di Lambar. Foto: Anton/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Ibarat kata pepatah tak ada rotan akar pun jadi, begitu juga yang terjadi pada warga kabupaten lampung barat khususnya kaum laki-laki yang pada umumnya perokok, saat ini pecandu rokok di Lambar sedang marak-marak nya berlomba menikmati rokok dengan menggunakan pipa. Namun karena pipa yang dikenal pada umumnya yakni berbahan baku Gading Gajah sudah jarang dan mahal harganya, sehingga warga berinisiatif membuat pipa dari batang kayu seperti kayu kemuning, kayu Katuk dan banyak lagi jenis lainnya.

Selain bahan yang masih cukup melimpah, jenis kayu yang akan dijadikan pipa juga sangat mudah dalam pengolahannya untuk dijadikan pipa. Suhardin, warga pekon hanakau kecamatan sukau mengatakan, dirinya sudah lama mengidamkan pipa rokok seperti yang selama ini di gunakan kebanyakan orang yakni pipa Gading. Namun karena harga yang mahal serta jarang ada yang menjual sehingga Suhardin menahan diri.

“Belakangan ini orang-orang di kampung saya lagi demam cuwe (pipa) dari kayu katuk, makanya saya tertarik untuk mencoba. Kebetulan di belakang rumah ada pohon katuk yang cukup besar, saya coba buat sendiri ternyata cukup mudah dan setelah jadi saya gunakan untuk merokok, ya lumayanlah dari pada tidak punya sama sekali,” seloroh Suhardin.

Pada umumnya perokok di lampung barat lebih memilih batang kayu katuk untuk dijadikan cuwe karena mudah di olah.

“Sangat mudah di olah kalau kayu katuk, berbeda dengan kayu kemuning atau jeruk yang lebih rumit. Dari sisi kualitas kayu katuk tidak kalah dengan bahan lainnya, hanya saja saat membuat kita usahakan kayu masih dalam keadaan basah. Karena jjka sudah mengering hasilnya kurang bagus dan cuwe akan tampak kurang kurang sedap di pandang,” ucap Sumardi warga pekon sebarus yang juga terkena demam cuwe.

Dikatakan Sumardi, dari semua jenis kayu yang bisa dijadikan cuwe, kayu kemuning merupakan salah satu bahan yang paling mirip dengan gading jika sudah di olah menjadi cuwe. Hanya saja, konon katanya kayu kemuning sedikit mengandung racun. Sehingga jika tidak di olah dengan benar saat digunakan untuk merokok akan menyebabkan batuk bahkan sesak nafas.

“Katanya ada racunnya, tapi yang paling beracun adalah cuwe dari batang jeruk. Sebab batang jeruk mengandung alkohol, kalau kayu kemuning dan katuk hanya getah saja. Jadi tidak terlalu berbahaya,” ungkap Sumardi.

Demam Cuwe batang katuk atau kemuning bahkan telah menjadi tren dikalangan bapak-bapak perokok di lambar, semua berlomba untuk memiliki cuwe jenis ini. Setiap orang tidak hanya memiliki 1 buah cuwe saja, namun bisa 3, 4 sampai belasan cuwe. Selain untuk merokok, cuwe menjadi salah satu obyek dalam obrolan bapak-bapak perokok di Lambar.

“Sisi baiknya dengan cuwe batang katuk dan kemuning ini bisa mempererat tali silaturahmi, setiap kumpul dengan sesama penggemar cuwe kami bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi meski media yang kami obrolkan bukan cuwe gading yang mahal. Selain mahal, cuwe gading juga kan harus ada izinnya,” pungkas Sumardi.

1 buah cuwe kayu cukup murah hanya dengan harga mulai dari Rp50 ribu, bergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. (Anton)

Facebook Comments