Beranda Daerah Lampung Pesisir Barat

Karminah, Nenek yang Tinggal di Toilet Umum Kini Banyak Dikunjungi Pejabat

153
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/berita-daerah-lampung/pesisir-barat/2018-02/karminah-nenek-yang-tinggal-di-toilet-umum-kini-banyak-dikunjungi-pejabat-01.jpg
DIUNGSIKAN. Karminah (90), perempuan lanjut usia yang tinggal di toilet umum, diungsikan warga ke rumah Rasiti, keponakannya. Sayuti

Kupastuntas.co, Tanggamus – Sejak pemberitaan tentang perempuan lanjut usia sebatang kara, Karminah (90), yang tinggal di toilet umum (WC) karena miskin di perkampungan nelayan Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Mendadak membuat Karminah menjadi terkenal, dan banyak dikunjungi pejabat dan elemen masyarakat.

“Sejak pemberitaan tentang nenek Karminah ini, banyak pejabat yang datang. Mulai dari ibu camat Kotaagung, Dinas Sosial, tentara, dan dari Muhamadiyah,” ujar Rasiti, keponakan Karminah, Selasa sore (13/2/2018).

Menurut Rasiti, kedatangan mereka selain memberikan bantuan, juga menawarkan si nenek Karminah untuk dibawa ke panti jompo.

“Tetapi bibi saya enggak mau kalau diajak ke panti jompo, dan memilih bertahan tinggal di toilet umum,” katanya.

Dikatakan Rasiti, diantara orang-orang yang datang melihat Karminah, yang menurut Rasiti “para pejabat” itu ada yang merayu bahkan setengah memaksa si nenek untuk pindah dari toilet umum itu.

“Ayo nek pindah dari sini (toilet umum), kami yang malu, dan disangka tidak ada perhatian kepada warga yang kesusahan,” kata Rasiti menirukan ucapan “para pejabat” itu.

Sambil menahan tawa, Rasiti berkata. “Ya memang selama ini mana ada orang pejabat yang peduli dengan nasib nenek Karminah ini, kalau bukan warga sini,” katanya.

Dan setengah “dipaksa”, akhirnya nenek Karminah hari itu Selasa, (13/2/2108) siang mau diboyong ke rumah Rasiti yang tak lain keponakannya.

“Alhamdulillah dia mau diajak tinggal di rumah teh Rasiti, keponakannya,” kata Topik, ketua RT setempat.

Tetapi baik Topik maupun Rasiti mengaku pesimistis jika nenek Karminah mau betah tinggal di rumah Rasiti. “Dia itu orangnya ga betahan, walau tinggal di rumah keponakan sendiri,” ujar Topik, diamini Rasiti.

Menurut Topik, sudah berulang kali Karminah dibawa untuk tinggal dan dirawat oleh keluarganya di Kecamatan Limau.

“Tapi itu, paling lama seminggu, sudah itu ribut minta pulang ke Kapuran dan tinggal di rumah Sumini (keponakannya dan sudah meninggal),” terangnya.

Karena kondisi rumah yang ditempati Karminah sudah lapuk dimakan usia dan akhirnya ambruk diterjang gelombang pasang air laut. Akhirnya warga secara gotongroyong memperbaiki toilet umum yang ada dan disulap menjadi “rumah” untuk Karminah.

“Kami wargalah yang memperbaiki WC umum yang tadinya sudah rusak itu, untuk tinggal nek Karminah. Daripada dia tinggal di rumah yang sudah lapuk itu, bahaya,” kata Mamat, warga setempat. (Sayuti)

 

 

 

Facebook Comments