Beranda Pariwisata

Dinas Pariwisata Lampung Janji Benahi Festival Krakatau

574
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/dinas-pariwisata-lampung-janji-benahi-festival-krakatau-01.jpg
Budiharto, Kadis Pariwisata Provinsi Lampung. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dinas Pariwisata Provinsi Lampung tahun ini bertekad untuk membenahi pelaksanaan festival tahunan terakbar di Lampung yakni Festival Krakatau.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, Kadis Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto mengatakan harus dilakukan persiapan dari sekarang meski pelaksanaannya baru akan dilakukan pada pertengahan tahun 2018 mendatang.

Budiharto mengatakan, masalah paling mendasar dalam pelaksanaan FK tahun 2017 adalah minimnya minat peserta lantaran kurang sosialisasi dan promosi. Bahkan dari 15 kabupaten/kota tercatat hanya 9 daerah yang ikut meramaikan. Selain itu acara-acara yang disajikan juga terkesan monoton.

“Saya minta tolong teman-teman kabupaten/kota bisa berpartisipasi secara keseluruhan. Kalau kemarin kan hanya 9, yang lain tidak ikut. Masalah budaya dan pariwisata ini bukan hanya provinsi saja, ini juga pemkab/pemkot, masyarakat Lampung secara keseluruhan, teman-teman wartawan, akademisi, pengusaha,” kata Budiharto di Kantor Dinas Pariwisata Lampung, Senin (19/2/2018).

Ia menegaskan, pelaksanaan FK 2018 tidak ada kaitannya dengan politik, sebab FK akan dilakukan setelah pilkada usai. Untuk itu meminta semua pihak bersama-sama menyukseskan event ini untuk kemajuan pariwisata Lampung. Terlebih kepada media, ia berharap nantinya ada kerjasama yang baik sehingga sosialisasi dan promosi bisa dimulai secepatnya.

“Menurut saya kegiatan ini milik keluarga sendiri, kabupaten/kota juga bisa mempromosikan sehingga masyarakat yang datang ke Lampung terkagum-kagum. Saya juga minta bantuan dari teman-teman media biar kita nggak salah-salahan. Ini acara keluarga, ada biaya sedikit kita keroyokan biar jadi,” kata dia.

Untuk pelaksanaan FK tahun ini, sambung dia juga akan berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya selalu memberikan anggaran kepada Event Organizer (EO), tahun ini Dinas Pariwisata berencana memotong dana kegiatan.

“Kalau tahun lalu kan kita ada anggaran langsung pakai EO, nanti kita minta EO tidak ada anggarannya. Jadi siapa yang mau jadi EO silahkan, kita hanya berikan semacam kerjasama saja, MoU. Mereka cari dana dan sponsor sendiri,” jelas Budi.

Guna menyiapkan konsep FK 2018, pihaknya akan kembali mengadakan rapat dengan dispar kabupaten/kota bulan Maret mendatang.

“Ini harus bareng-bareng mewujudkannya. Bulan depan akan kita rapatkan untuk merumuskan dengan media dan stakeholder terkait. Juga menentukan kreatifitas yang akan ditampilkan di FK itu sehingga bisa dilaksanakan 1 minggu full,” tutupnya. (Tampan)

 

Facebook Comments