Beranda Bandar Lampung

Maunya Apa, Bandara Radin Inten II Kok Belum Juga Naik Kelas?

1113
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto: Ist/Kupastuntas.co
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Status Bandara Radin Inten II Lampung hingga saat ini masih belum menjadi bandara internasional. Padahal semua sarana dan prasarana diklaim sudah sangat memenuhi standar yang diinginkan.

Kepala Bandara Radin Inten II Lampung, Asep Kosasih Samapta mengatakan peningkatan status bandara sepenuhnya otoritas pemerintah pusat. Pihaknya hanya mempersiapkan fasilitas bandara semaksimal mungkin agar bisa beralih status.

“Kalau untuk tahapan seperti apa mungkin ada kebijakan pimpinan di Jakarta, pokoknya kami di internal, support dari Dishub dan pemda sudah maksimal, tinggal izinnya saja,” kata Asep usai mengikuti rapat persiapan Bandara Radin Inten di Ruang Asisten II Pemprov Lampung, Selasa (20/02/2018).

Menurut Asep, banyak syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi bandara internasional. Tak hanya soal peyalanan, tetapi juga keamanan dan keselematan harus dipertimbangkan. Maka tidak menutup kemungkinan masih ada tim-tim dari sejumlah kementerian yang akan datang untuk mengecek kesiapan bandara.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Hery Sulianto menyanyangkan status Bandara Radin Inten II belum juga dikeluar SK-nya sebagai Bandara Internasional. Padahal sejumlah Menteri telah mendukung penuh dan menilai bandara layak ‘naik kelas’.

“Sarana dan prasarana di Bandara sudah selesai dibangun, asrama haji juga sudah kita bangun untuk penambahan fasilitasnya, terus apa lagi yang kurang,” kata dia dengan nada kesal.

Ia mencontohkan, Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin di Provinsi Bangka Belitung dan Bandara Silangit di Toba Samosir telah resmi menyandang status bandara Internasional.

Namun ia tak habis pikir apa kendala di Bandara Radin Inten II sehingga tak kunjung ditingkatkan statusnya. Padahal Pemprov sudah mengupayakan seluruh keperluan sarana dan prasarana yang diminta oleh Menteri Agama dan Kementerian Perhubungan.

“Padahal kita juga telah menawarkan mahar kepada Sekjen Kementerian Perhubungan apa mahar yang diperlukan dan berapa luasan yang ingin diminta agar Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional,” pungkasnya. (Tampan)

Facebook Comments