Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Tekan Angka Kasus DBD, Dinkes Lamsel Bentuk Petugas Pemantau Jentik Nyamuk

126
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/angka-kasus-dbd-di-lamsel-terus-menurun-01.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapea

Kupastuntas.co, Lampung Selatan –  Intensitas kasus penderita penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten Lampung Selatan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Jika ditahun 2016, jumlah laporan penderita DBD tercatat sebanyak total 628 kasus, tahun lalu (2017), angka penderita DBD tercatat hanya 202 kasus. Sedangkan untuk laporan kasus DBD hingga pertengan Febuari 2018 ini tercatat ada sebanyak 20 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapea menuturkan, pihaknya akan terus berupaya untuk menekan angka kasus penyebaran salah satu penyakit mematikan di dunia tersebut.

Salah satunya adalah dengan membentuk petugas pemantau jentik yang melibatkan seluruh kader kesehatan dan juga masyarakat pada tiap-tiap daerah, termasuk para pelajar.

“Orang-orang inilah yang memantau secara langsung dari rumah ke rumah, guna mengecek secara langsung. Dengan begitu, rantai penyebaran jentik-jentik nyamuk Aides Aigepty bisa cepat diantisipasi,” ujarnya, Rabu (21/2/2018).

Selain itu, pihak dinas kesehatan pun sudah menambah jumlah alat fogging untuk setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di setiap kecamatan.

Ia menambahkan, sebelumnya setiap kecamatan hanya memiliki 1 unit alat untuk pengasapan tersebut, saat ini sudah menjadi 2 unit alat fogging dengan pengadaan di APBD 2017.

“Ini untuk cadangan apabila alat satunya rusak. Kita juga sudah menyiapakan bubuk Abate untuk dibagikan kemasyarakat,” kata Jimmy.

Pihak dinas kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan menggiatkan 3M plus (mengubur, nutup dan menguras serta menabur bubuk Abate) supaya tidak  muncul jentik-jentik nyamuk yang dapat menyebabkan DBD.

“Untuk saat ini tingkat kesadaran masyarakat terhadap ini sudah mulai tumbuh. Ini menjadi salah satu indikator, penyebab kasus DBD dapat ditekan,” jelasnya (Dirsah/Edu)

 

Facebook Comments