• Selasa, 28 Januari 2020

Was-Was Hujan Turun, Edwin: Sudah Pasti Rumah Saya Kebanjiran

Rabu, 21 Februari 2018 - 21.31 WIB - 0

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Mendung selalu indentik dengan turun hujan. Tak lama, begitu rintik hujan mulai menghujam bumi, perasaan Edwin (49) mulai campur-aduk.

Ia sudah puluhan tahun tinggal di bantaran sungai di Gang Beringin Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Selama itu pula, Edwin selalu ‘akrab’ dengan banjir, karena posisinya persis berdiri di dekat sungai. “Setiap turun hujan, sudah pasti rumah saya kebanjiran mas,” ungkapnya, Selasa (21/02/2018).

Menurutnya, faktor ekonomilah yang memaksanya tinggal di kawasan tersebut. “Rumah ini kami beli murah. Saya serta keluarga sudah beradaptasi di sini, jadi ya mau bagaimana lagi,” kata bapak dua orang anak ini.

Ia berharap, pemerintah Kota Bandar Lampungg memperbaiki talud sungai di kelurahan tersebut, karena mengalami pendangkalan. “Kami minta pemerintah memasang talud, setidaknya tingginya ditambah sekitar 50 centi meter. Karena Talud yang saat ini tidak cukup lagi,” tuturnya.

Sementara Aida, warga bantaran sungai di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, mengaku meski rumahnya berada di dekat sungai, ia tak khawatir lagi terjadi banjir. Sebab Pemerintah sudah memasang talud.

Namun, ia kawatir kalau-kalau terjadi longsor atau talud tersebut hancur disapu derasnya sungai.

“Jarak rumah saya dengan talud, sedikit sekali. Takut kalau-kalau talud ambruk, dan rumah saya hancur tersapu banjir,” ungkapnya. Namun begitu, Aida hanya bisa pasrah. Sebab, tak ada alternatif tempat tinggal lainnya, untuk ia dan keluarga. (Kardo)

  • Editor : Mita Wijayanti