Beranda Kesehatan

Hindari Diabetes, Ini Cara Minum Kopi yang Aman

160
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kesehatan/2018-03/hindari-diabetes-ini-cara-minum-kopi-yang-aman-01.jpg
Minum Kopi. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Minum kopi dengan menambahkan gula, atau minum kopi saset, ternyata berisiko terserang penyakit diabetes. Sebaliknya, minum kopi hitam tanpa gula bakal mengurangi tingkat risiko diabetes.

Berdasarkan data terbaru dari IDF Diabetes Atlas, pada 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia jumlah penderita diabetes terbesar, yaitu sebanyak 10,3 juta jiwa.

International Diabetes Federation (IDF) merupakan referensi global untuk memerkirakan prevalensi diabetes yang tepat dan terkini mengenai beban kesehatan pada individu dan ekonomi. Diabetes merupakan penyakit yang memakan biaya besar dalam pengobatannya dengan jumlah penderita yang terus meningkat.

Tercatat sebanyak 199 juta wanita di dunia menderita diabetes dan diproyeksikan meningkat menjadi 313 juta pada 2040. Diabetes merupakan penyebab utama kematian nomor 9 pada wanita dengan jumlah kematian 2,1 juta per tahun.

Data terkini IDF Diabetes Atlas yang diterbitkan 2 tahun sekali tersebut menuliskan peningkatan jumlah penderita diabetes yang cukup signifikan di Indonesia. Pada 2011 sebanyak 7,3 juta orang menderita diabetes, pada 2013 naik menjadi 8,5 juta dan pada 2017 sudah mencapai 10,3 juta jiwa.

Sebetulnya, kondisi di Indonesia lebih mencemaskan lagi. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jakarta Mulyani Anny Suryani Gultom, satu dari dua penduduk Indonesia bahkan tidak tahu bahwa dirinya terkena diabetes. Bisa jadi, penderita diabetes di Tanah Air lebih banyak dari jumlah yang tercatat.

Padahal dampak penyakit ini sangat fatal. Apabila menderita diabetes, tubuh si penderita tidak dapat mengatur metabolisme tubuh dengan baik sehingga menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh lainnya.

Kondisi ini dapat berujung pada berbagai macam komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi bahkan kebutaan.

Mulyani menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit diabetes. Karena itu, menurutnya upaya pencegahan sedini mungkin menjadi pilihan terbaik, dan salah satunya adalah dengan membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh sehari-hari, termasuk pada saat minuman kopi.

Masyarakat tidak perlu menghentikan kegemaran minum kopi, karena justru sangat berfaedah bagi kesehatan.

Dia memaparkan, berdasarkan tiga sumber terpercaya, yaitu Diabetes Care (2014), Clinical Nutrition (2016) dan American Journal of Epidemiology (2014), mengonsumsi kopi secara teratur malah dapat mengurangi risiko terkena diabetes, dengan rasio 10% per cangkir.

“Namun saya menganjurkan agar mengonsumsi kopi secukupnya untuk memperhatikan batasan asupan kafein,” kata Mulyani.

Kafein dari secangkir kopi dapat terserap ke dalam darah hanya dalam tempo 20 menit dan belum hilang dari darah selama 12 jam lebih. Kafein yang masuk akan memicu lonjakan detak jantung, tekanan darah dan energi sehingga memengaruhi tingkat adenosin dalam otak.

Adenosin adalah senyawa kimia dalam otak yang berfungsi mengatur keinginan tidur dan jika meminum kopi, kafein akan memengaruhi reseptor adenosin otak dan mematikan mereka. Inilah mengapa beberapa saat setelah meminum kopi, peminumnya dapat kehilangan keinginan untuk tidur dan lebih bersemangat.

Jika kopi dicampur dengan gula, sebenarnya tidak perlu terlalu dirisaukan bila dalam takaran yang kecil. Namun, minuman kopi yang diracik di kedai-kedai kopi banyak mengandung kadar lemak, gula dan kalori yang tinggi.

Menggunakan pemanis khusus bisa jadi alternatif untuk menghindari risiko diabetes. Atau Anda bisa meniru cara pilihan selebritas Cut Mini dengan hidup rendah gula.

Cut Mini mengaku sudah beberapa tahun terakhir mengurangi drastis konsumsi gula. Padahal, dahulu aktris yang pernah meraih Piala Citra ini mengaku selalu membawa kopi kemasan yang sudah bercampur dengan gula dan susu. Namun, dia sering merasa pusing dan kemudian mencoba menggantinya dengan kopi pahit dan kemudian merasa lebih nyaman.

“Mulai dari situ saya sama sekali tidak memakai gula dalam kopi. Jadi kalau saya pesan kopi di kafe, saya sama sekali tidak pakai gula. Kayaknya badan juga lebih enak.”

Selain tidak mencampurkan gula ke dalam minuman kopi, Cut Mini juga mengaku tidak lagi memakan nasi karena meyakini kadar gula di dalam nasi juga tinggi.

Namun, dia bukan mengentikan sama sekali konsumsi gula karena zat gula tetap dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja, dia mengonsumsinya pada saat-saat tertentu, seperti makanan dessert. (*)

Sumber: IDF Diabetes Atlas

Facebook Comments