Beranda Daerah Lampung Pesisir Barat

Hujan Deras Mengguyur Pesibar, Sungai Way Mahnai Meluap

287
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/hujan-deras-mengguyur-pesibar-sungai-way-mahnai-meluap-01.jpeg
Kendaraan roda empat nekat menerobos genangan air Sungai Way Mahnai, Senin (12/3/2018) . Foto: Nova/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pesisir Barat (Pesibar) dan sekitarnya sejak Senin dini hari, menyebabkan sungai Mahnai Pekon Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan meluap, Senin (12/3/2018)

Di lokasi, Devis Histori, petugas untuk perwakilan pekon dinas PU Provinsi Lampung, menerangkan luapan Way Mahnai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, yang disebabkan oleh hujan deras yang terjadi dari Minggu (11/3/2018) malam hingga Senin (12/3/2018) pagi.

Ditambahkannya, dinas PU menggunakan eksavator mengalirkan air sungai ke laut. Tepat di Jembatan Bailey dikeruk untuk mengalirkan air yang telah meluap setinggi sekitar 60 cm.

“Upaya ini kita lakukan atas permintaan dari masyarakat, karena air sudah mulai naik ke perkebunan warga setinggi 30 cm. Sebelum air menggenangi pemukiman maka kita buatkan aliran sungai ini ke laut. Karena muara sungai ini jauh yakni di Pekon Tanumbang” terang Devis.

Sementara itu, terjadi kemacetan sepanjang 1 Km baik dari arah Bandar Lampung menuju Bengkulu dan sebaliknya. Kendaraan Roda Empat yang biasanya melintas melewati tepian pantai Pekon Mandiri Sejati, harus menunggu hingga debit air menurun.

Bripka Aang Suandi, Anggota Satlantas Polsek Pesisir Tengah, menjelaskan kendaraan roda empat jenis minibus bisa melewati tepian pantai tetapi harus tetap berhati-hati dikarenakan volume air masih cukup tinggi.

“Terjadi kemacetan sepanjang 1 Km karena kendaraan menunggu air surut. Sementara untuk kendaraan roda empat yang berani melintas bisa saja lewat, namun untuk mobil kecil seperti sedan belum bisa” jelas Aang.

Pantauan Kupastuntas.co di lokasi, beberapa kendaraan roda empat dan enam berusaha melewati jalan tersebut dengan menerobos genangan air. Dengan demikian penumpukan kendaraan mulai berkurang. (Nova)

Facebook Comments