Way Tuba Meluap, Akses Utama Menuju Lima Kampung Terganggu

123
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/way-tuba-meluap-akses-utama-menuju-lima-kampung-terganggu-01.jpg
Siswa yang terhambat menuju sekolah

Kupastuntas.co, Tulang Bawang – Banjir yang terjadi di Kabupaten Tulangbawang kian meluas. Hingga saat ini diketahui banjir telah melanda enam Kecamatan  di Tulangbawang yang terjadi sejak sepekan lebih.

Banjir yang terjadi kali ini diakibatkan oleh meluapnya sungai way Tulangbawang  yang merendam ratusan rumah , area pertanian, dan akses jalan utama antar kampung di sepanjang tujuh ratus meter dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter.

Selain merendam ratusan rumah serta areal pertanian, banjir juga mengakibatkan sejumlah akses menuju sekolah tertanggu.  Serta merendam sekolah mereka.  Salah satu nya siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang berada di Kampung Bedaro indah dan Sungai Luar Kecamatan Menggala timur kabupaten Tulangbawang yang hendak menuntut ilmu pun terancam gagal sekolah akibat akses jalan yang terendam banjir serta derasnya arus air yang mengenangi jalan.

Sehingga,  tidak sedikit dari mereka yang bisa berangkat kesekolah karna baju mereka basah akibat terkena air.

“Banjir juga merendam akses jalan utama menuju lima Kampung yaitu dikampung Bedaro Indah Kecamatan Menggala timur sejak sepekan terakhir akibat meluapnya sungai way Tulangbawang kondisi jalan nyaris tak terlihat lagi akibat tingginya air yang mengenangi jalan,”kata Rusya Selaku Kepala Kampung setempat. Selasa (13/03/2018)

Lebih lanjut Rusya mengatakan akses jalan yang terendam Banjir sejak lebih dari sepekan terakhir mengakibatkan aktivitas warga pun lumpuh total. Ia berharap kepada Dinas terkait untuk memberi solusi agar banjir tidak terulang lagi, ” sudah hampir sepekan aktivitas warga lumpuh total akibat jalan terendam banjir,  begitu juga untuk anak-anak sekolah terpaksa naik perahu,  serta banyak juga yang memeilih tidak berangkat ke sekolah,”ujarnya.

Dengan demikian Ia berharap kepada pihak Pemerintah untuk dapat melakukan peninggian Badan jalan sepanjang 700 meter agar bisa di lewati tiap kali air naik, “saya kira pihak pemerintah harus turun tangan terkait masalah ini,  serta menangani dengan serius,  sebab apabila akses warga lumpuh total maka akan berdampak pada perekonomian warga, “pintanya

Menurut Informasi selain jalan banjir juga merendam sebanyak 70 hektar lahan persawahan .dan tanaman palawija milik petani. (Edwin)

Tanggapan anda: