Beranda Bandar Lampung

Apes! Perawat IGD RSUDAM Dianiaya Keluarga Pasien

339
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/4.jpg
Penganiayaan. Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Salah satu perawat di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM), Ferry harus mendapatkan perawatan, setelah mengalami penganiayaan oleh 4 orang keluarga pasien.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa (27/03/2018) siang ini, ditengarai karena keluarga pasien marah saat ditegur oleh perawat agar tidak emosional.

“Dari awal datang memang sudah marah-marah. Mereka datang bawa pasien ke gedung IGD lama, padahal gedung itu masih dalam rangka perbaikan, keluarga korban langsung marah,” ujar Kriston Riyadi, Kepala Ruang IGD RSUDAM, Selasa (27/03/2018).

Kriston menceritakan, saat keluarga korban mendaftarkan pasien juga dalam keadaan sangat emosional. “Pendaftaran tetap kita proses, meski pasien tidak dapat menunjukkan identitas. Ketika pasien sedang dilakukan pengecekan awal, tensi dan lain-lain, suami dari pasien ribut dan marah-marah”.

Karena suami dari pasien ribut dan marah-marah, akhirnya perawat menegurnya, agar tidak emosi lagi. Namun teguran itu tidak diterima oleh YS. “Dia mencengkram kerah baju F dan memukulnya, melihat kejadian tersebut, 3 orang keluarga pasien lainnya ikut menganiaya Ferry,” jelas Kriston.

Atas kejadian tersebut, Ferry menempuh jalur hukum dan melaporkan YS kepada pihak kepolisian.

Terpisah, Kabag Humas RSUDAM, Akhmad Sapri mengatakan, pihak rumah sakit telah melayani dengan sebaik mungkin terhadap pasien. “Kita semua tahu, bahwa ruang IGD untuk pasien gawat darurat, ini pasien seharusnya masuk ruang poli, karena tidak gawat darurat, hanya terdapat benjolan di anus. Tapi tetap kita layani dengan baik,” paparnya.

Saat ditanya soal jalurbhukum yang ditempuh, Sapri mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan permasalahan ini lewat jalur hukum. “Hari ini perawat kita dipukul dan dianiaya, kita tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi, karena ini bukan lagi bicara persoalan individu, tapi bicara soal instansi. Kami tidak ingin penyelesaian dgn kekerasan,” tegasnya. (Wanda)

Facebook Comments