Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

PMII Lambar Gelar Dialog Cegah Konflik SDA, AKP Tora: Konflik Banyak Dipicu dari Pemberitaan Hoaks

73
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/3.jpg
Dialog pencegahan konflik Sumber Daya Alam (SDA) di Aula Stadion Bumi Skala Bekhak, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (27/03/2018). Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar dialog pencegahan konflik Sumber Daya Alam (SDA) di Aula Stadion Bumi Skala Bekhak, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (27/03/2018).

Dialog tersebut mengusung tema “Melalui Dialog Pencegahan Konflik Sumber Daya Alam, Kita Jaga, Lestarikan dan manfaatkan kekayaan alam dengan bijaksana sebagai wujud menjaga NKRI dan mendukung pembangunan di Lampung Barat”.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PMII Lambar, Misbahur Rozikin, Ketua MUI Lambar, Jafar Shodiq, Anggota DPRD Lambar, Intel Kodim 0422 Lambar, Peltu Edy Sofyan, Kakan Kesbangpol Lambar, Raswan, Kasat Intelkam Pokres Lambad, AKP Tora Egen Sitompul, Camat Balik Bukit, Junaidi Jamsari, perwakilan Kejaksaan Negeri Lambar, Pasnwaslu, KPUD, dan sejumlah anggota lain yang sempat hadir.

Dalam kata sambutannya, Misbahur mengemukakan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan dialog Pencegahan Konflik Sumber Daya Alam di Lambar tersebut yaitu untuk memberikan gambaran kepada masyarakat terkait potensi dan antisipasi kerawanan konflik agraria dan sumber daya alam, serta menjaga kondusifitas wilayah dan mendukung percepatan pembangunan di Lambar.

“Secara karakteristik, konflik SDA merupakan pertentangan klaim yang berkepanjangan atas akses mengenai satu bidang tanah, wilayah dan sumber daya alam antara rakyat pedesaan dengan pemegang konsesi agraria yang bergerak dalam bidang usaha produksi, ekstraksi, dan konservasi, serta pihak-pihak yang bertentangan tersebut,” Ungkapnya.

Sedangkan Kasat Intelkam Polres Lambar, AKP Tora Egen Sitompul, mengatakan jika secara umum konflik merupakan perjuangan berkepanjangan yang seringkali penuh kekerasan oleh kelompok komunal untuk keperluan dasar seperti keamana, pengakuan dan penerimaan, akses yang adil bagi istitusi politik dan partisipasi ekonomi.

“Konflik saat ini banyak dipicu dari pemberitaan hoaks (bohong) di sosial media, masyarakat khususnya generasi muda yang semangat dalam teknologi harus dapat menyikapi dan menyeleksi dengan baik agar tidak terpengaruh dan terjerumus ke hal-hal yang negatif,” imbuh AKP Tora.

Selain itu, lanjutnya, Konflik SDA di Lambar sangat berpotensi dimana 70% wilayah Lambar adalah Hutan Register dan Konservasi TNBBS. Selain itu wilayah Lampung barat kaya akan sumber tambang galian yang jika tidak dikelola secara benar maka potensi konflik dimasyarakat akan muncul.

Dia berharap, peran pemuda di Lambar maupun organisasi kemasyarakatan dapat saling bersinergi menjaga agar potensi konflik dapat terdeteksi dan diantisipasi sehingga tidak mencuat atau muncul di wilayah Lambar. (Iwan)

Facebook Comments