• Kamis, 12 Desember 2019

Satpol-PP Lamsel Gelar Doa Bersama untuk Bagus

Selasa, 27 Maret 2018 - 22.36 WIB - 0

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Sejumlah Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol-PP) dan Damkar Pemkab Lampung Selatan menggelar doa bersama di Masjid Jami Bani Hasan Kalianda, Selasa (27/3/2018) malam.

Doa bersama ini digelar secara spontan dalam rangka mendoakan Bagus, salah seorang rekan mereka yang diciduk oleh pihak kepolisian setempat atas kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang perserta aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Lampung Selatan, beberapa waktu lalu.

Belasan anggota Satpol-PP mendo’akan supaya proses hukum Bagus dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan yang berarti.

“Doa bersama ini sabagai bentuk solidaritas kami, kepada salah seorang rekan kami yang ditahan polisi, karena dugaan penganiayaan waktu itu,” ujar Gerry salah seorang rekan seangkatan Bagus yang bekerja di kantor Satpol-PP dan Damkar Lampung Selatan.

Dari sumber Kupastuntas.co, Bagus diamankan petugas kepolisian pada Kamis (22/03/2018) lalu, atau malam sebelum kunjungan Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana ke Kabupaten berjuluk Gerbang Krakatau.

Sumber pun menambahkan, bila Bagus dijerat dengan pasal 351 KUHP karena dianggap telah melakukan tindak penganiayaan berat, sehingga harus dilakukan penahanan.

Hal inilah yang menjadi pemicu digelarnya doa bersama tersebut. Pasalnya, dari keterangan sejumlah peserta aksi doa bersama tersebut, saat itu Bagus dan beberapa rekan-rekannya dari kantor Satpol-PP sudah melaksanakan pengamanan sesuai dengan SOP, yang bertindak sebagai penengak peraturan daerah (perda) dan pengamanan aset pemerintah.

“Kejadian itu sangat cepat. Massa meminta untuk masuk ke dalam gedung DPRD, sementara perintah yang kita terima, yang boleh masuk adalah beberapa orang perwakilan saja untuk menemui anggota DPRD, untuk menyampaikan aspirasi mereka (massa aksi unjukrasa, red). Saat itu, terjadilah miskomunikasi, dan berakhir bentrok antara pihak pengamanan dan massa aksi unjukrasa,” kata Ryo salah seorang perserta do’a bersama tersebut.

Mereka berharap, agar salah seorang rekan mereka itu dapat diberikan ketabahan dan kemudahan dalam menjalankan proses hukum. “Harapan kami sih, kalau bisa rekan kami ini dapat dibebaskan, kasihan juga kita, Dia diamankan usai melaksanakan tugasnya, padahal itu laksanakan sudah sesuai dengan SOP,” tandasnya. (Dirsah)

  • Editor : Mita Wijayanti