Beranda Bandar Lampung

Masuk Masa Panen, Apa Kabar Ribuan Ton Beras Impor?

89
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/20-ribu-ton-beras-impor-asal-vietnam-tiba-01.jpg
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Provinsi Lampung sudah memasuki masa panen raya di beberapa daerah penghasil beras. Panen raya ini juga membuat stok beras untuk Lampung cukup terpenuhi. Namun di sisi 30 ribu beras impor yang masuk ke Lampung bulan Februari lalu hingga kini belum digunakan alias ngendap di Gudang Bulog.

Timbul indikasi bahwa perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menyiapkan stok pangan dengan mengimpor beras seolah mubazir. Sebab, masuk masa panen beras tersebut tak juga didistribusi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum menilai impor beras yang dilakukan pemerintah dua bulan lalu sudah mendekati masa panen.

“Momen impornya memang sudah mendekati panen raya, ya mungkin itu makanya Bulog juga belum menggelontorkan beras impor itu tapi sudah kadung panen raya.  Disini panen raya sudah bisa memenuhi kebutuhan di Lampung,” kata Yeane kepada Kupas Tuntas, Senin (2/4/2018).

Dengan masuknya panen raya, sambung dia juga berhasil menekan harga beras yang sebelumnya melambung tinggi. Berdasarkan data BPS Lampung, untuk inflasi bulan Maret 2018, komoditas beras tidak ada andil dalam inflasi, karena nilainya minus 0,23. Bahkan beras memberi andil deflasi yang paling rendah sekali dari 379 komoditas.

“Itu nomor paling akhir. Artinya memang tidak berpengaruh kepada inflasi, justru deflasi – 0,23. Karena sudah ada penurunan harga beras yang sebelumnya tinggi,” jelas dia.

Ditanya terkait penggunaan beras impor ini, Yeane menilai masih bisa digunakan untuk menstabilkan harga beras jika nantinya stok beras panen lokal sudah menipis.

“Hukum ekonomi itu kalau suplai berkurang padahal demandnya tinggi membuat harga meningkat. Pada saat pada panen raya sudah lewat, tapi demand kebutuhan beras tinggi bagusnya dikeluarkan oleh Bulog untuk bisa menjaga stabilitas harga. Tapi kapan itu dikeluarkan, kita nggak tahu,” imbuhnya. (Tampan)

Facebook Comments