Menkominfo Minta Hasil Audit Kebocoran Data Pengguna Facebook

49
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/7-7.jpg
Kebocoran data pengguna facebook. Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah meminta Facebook menyerahkan hasil audit tentang kebocoran data pengguna ke Cambridge Analyitca dan menonaktifkan seluruh aplikasi pihak ketiga di platform tersebut.

“Hingga hasil audit diturunkan, agar seluruh aplikasi pihak ketiga, seperti aplikasi kuis-kuis yang ada di Facebook, untuk dinonaktifkan,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika usai pertemuan dengan perwakilan Facebook Indonesia, Kamis (05/04/2018).

Rudiantara mengatakan diketahui Facebook telah menyalahgunaan data, namun untuk apanya data tersebut pihaknya belum mengetahui. “Makanya saya minta hasil auditnya”.

Public Policy Lead Facebook Indonesia Ruben Hattari belum dapat memastikan kapan pemerintah dapat menerima hasil audit tersebut. Pun, mengenai kesanggupan Facebook untuk menutup aplikasi pihak ketiga seperti yang diminta pemerintah.

Menurutnya saat ini proses audit keseluruhan masih diproses oleh Facebook Headquarter di California, Amerika Serikat.

“Kami terus koordinasi dengan Facebook Headquarter. Kami juga akan selalu membuka communication channel ke pemerintah,” tutur Ruben.

Pertemuan antara Kominfo dan Facebook ini merupakan tindak lanjut atas data terbaru yang dirilis Chief Technology Officer Mike Schroepfer pada Rabu (04/04/2018) waktu setempat.

Dalam unggahan tersebut, Schroepfer mengungkapkan ada sekitar 87 juta data pengguna Facebook yang terkait dengan kasus Cambridge Analytica, sebanyak 1,3% atau sekitar 1,09 juta di antaranya merupakan data pengguna Facebook di Indonesia. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan perkiraan 50 juta data pengguna terpapar yang diperkirakan sebelumnya. (*)

Sumber: bisnis.com