Beranda Daerah Lampung Way Kanan

Boy Hamizar Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Simpang Mayit-Negeri Agung Hasilnya Lebih Baik

204
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Camat Negeri Agung Boy Hamizar saat meninjau perbaikan jalan rusak Simpang Mayit-Negeri Agung. Foto : Indro/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Camat Negeri Agung, Boy Hamizar turun lapangan memantau perbaikan jalan simpang Mayit – Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan yang dibangun belum genap setahun lalu, kini kembali alami kerusakan parah, Minggu (15/4/2018).

Menurut Camat, perbaikan jalan simpang Mayit – Negeri Agung sejak dua hari lalu itu, merupakan perbaikan jalan proyek pembangunan pemeliharaan jalan yang dibiayai Dinas Pekerjaan Umum tahun 2017 lalu dengan anggaran 12 Miliar.

Namun, ia menduga, karena pengerjaan proyek sebelumnya tidak memperhatikan atau mengacu pada kondisi struktur tanah dan volume kendaraan yang melintas. Akhirnya,  menimbulkan penyebab utama terjadinya kerusakan pada badan jalan di sejumlah titik ruas jalan yang ada.

“Ada 3 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan pada badan jalan proyek ini. Kerusakan parah itu mengakibatkan aspal telah berubah menjadi dasar tanah kembali,” ujar Camat saat menunjukan lokasi kerusakan jalan Simpang Mayit – Negeri Agung yang sedang diperbaiki itu.

Supaya hasil perbaikan jalan ini nantinya lebih awet. Camat juga telah meminta Dinas Perhubungan Way Kanan memasang plang standar tonase kendaraan yang hendak mengunakan jalan di wilayahnya. Serta, dia juga meminta Dinas Perhubungan mengeluarkan surat edaran yang berisikan aturan tentang batasan volume kendaraan yang melintas jalan poros Kabupaten.

“Ya saya sudah telpon Kadis Perhubungan. Alhamdulilah beliau menjawab bukan hanya plang batasan tonase muatan saja yang akan dipasangkan disini. Bahkan pihaknya ia perintahkan melakukan tindakan tegas nanti kepada supir kendaraan yang melintas diwilayahnya dengan tonase muatan lebih,” papar dia.

Sebab, tambah Camat, penegasan ini dilakukan karena penyebab kerusakan jalan di wilayah kerjanya salah satunya timbul karena aktivitas kendaraan yang tonase muatanya berlebih.

“Ya hasil pantauan saya. Saya  melihat selokan jalan tidak ada sehingga harus dibuatkan. Dan pembuangan air juga dibuatkan sehingga musim hujan genangan air tidak naik ke badan jalan.

Mudah mudahan semua jalan di wilayah kerja saya kedepan tidak seperti ini lagi pengawasan akan lebih saya tingkatkan lagi,” pungkasnya. (Indro).

 

Facebook Comments