Finalis Mulli–Mekhanai Lambar Ikut Kegiatan Kesproseks PKBI

673
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-04-16-at-11.46.46.jpeg
PKBI Lampung Barat menggelar Audisi Duta Kesehatan Reproduksi dan Seksual (Kesproseks) Remaja 2018 di Wisma Sindalapai, Liwa, Minggu (15/4/2018). Foto: Anton/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Lampung Barat menggelar Audisi Duta Kesehatan Reproduksi dan Seksual (Kesproseks) Remaja 2018 di Wisma Sindalapai, Liwa, Minggu (15/4/2018). Kegiatan tersebut di ikuti oleh 24 orang peserta yang merupakan para Finalis Muli – Mekhanai Kabupaten  Lampung Barat Tahun 2018.

Sekretaris Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Drs. Sandarsyah mendampingi Ketua PKBI Cabang setempat HJ. Yulia Makmur Azhari, kepada Kupastuntas.co, Senin (16/4/2018), mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2013, atau hingga saat ini telah digelar sebanyak 6 kali.

“Pesertanya adalah para finalis Mulli-Mekhanai Lambar tahun 2018. Tema kegiatan kali ini adalah (Duta Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Remaja Kabupaten Lampung Barat, Siap Menyongsong Era Bonus Demografi),” ungkap Sandarsyah.

Dijelaskan, Tim Seleksi dalam kegiatan itu antara Lain Drs. Tono Suparman, Drs. Sandarsyah, Candra Gunawan, S.Kom., Kasta Brahmana, dan Burwati, S.H., M.H., dan rencananya pengumuman serta penobatan Duta Kesproseks Remaja Kabupaten Lampung Barat 2018 akan dilakukan bersamaan dengan malam Grand Final Muli – Mekhanai Kabupaten Lampung Barat, Senin (16/4/2018) di Gedung Serba Guna (GSG) Nata Marga Way Megaku.

Dalam kegiatan itu PKBI Cabang Lampung Barat disamping memberi materi tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yaitu HIV –AIDS, Kesehatan Reproduksi, Napza (Narkotika, Psikotrofika, dan Zat Adiktif lainnya) dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), juga melakukan test tertulis kepada para finalis Muli–Mekhanai tentang materi tersebut, dan diakhiri dengan melakukan test wawancara.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaring remaja yang peduli terhadap kesehatan reproduksi, yaitu remaja yang dapat menjaga kesehatan reproduksi dan seksualnya, tidak menggunakan NAPZA, tidak berperilaku seks bebas, peduli dan paham penyakit HIV –AIDS, dan melakukan pernikahan di usia yang matang,” jelas pria berkaca mata tersebut.

Dengan adanya Duta Kesproseks Dirinya berharap akan menjadi contoh remaja-remaja yang lain, terutama remaja-remaja yang ada di Kabupaten Lampung Barat, dan umum remaja-remaja yang lain.

“Sehingga kita dapat menyongsong dengan baik era Bonus Demografi yang akan terjadi pada tahun 2020 – 2035,” ujarnya.

Diungkapkannya, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari Visi PKBI yaitu menjadikan pusat unggulan Seksual and Reproductive Healt Right (SRHR) yang mandiri tahun 2020. Dengan Misi, mengembangkan pusat informasi, edukasi, dan pelayanan kesehatan reproduksi. Lalu mengembangkan pemberdayaan masyarakat, dan melakukan advokasi kesehatan reproduksi. (Anton)

Tanggapan Anda: