Beranda Bandar Lampung

Jalan Tol Trans Sumatera Dibuka, Ini 5 Sektor yang Paling Berdampak!

2176
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
https://www.kupastuntas.co/files/tol-trans-sumatera-di-lampung_20170726_112002.jpg
Tol Lampung dari udara. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Hasil studi yang dilakukan Lembaga penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Univestias Indonesia sejak tahun 2017 lalu, Lampung akan merasakan dampak positif dari pembangunan Jalan Tol  Trans Sumatera (JTTS).

Lima sektor yang paling merasakan dampak pembangunan JTTS adalah sektor bangunan, sektor transportasi darat, sektor perdagangan, sektor industri pengolahan dan sektor primer. Hal ini disampaikan Peneliti LPEM UI, Denny Irawan dalam Forum Grup Discussion Penelitian Potensi dan Penerapan Value Capture pada proyek JTTS di Hotel Horison Bandar Lampung, Selasa (17/4/2018).

Nilai tangkap (valeu capture) dampak ekonomi JTTS diprediksi akan terasa hingga ke kabupaten/kota. Ia mengatakan pihaknya melakukan studi di empat provinsi yakni Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Riau.

“JTTS adalah bagian dari sektor bangunan. Jika JTTS ini dibangun akan berdampak pada sektor bangunan dan angkutan darat secara langsung, serta memberikan dampak multiplayer pada sektor lainnya. Semakin besar kontribusi kedua sektor ini, akan semakin besar dampaknya terhadap perekonomian,” ujarnya.

“Di sektor pembangunan, Provinsi Lampung akan memiliki multiplier output 1,67 dan multiplier nilai tambah 2,45 sedangkan sektor transportasi darat akan memiliki multiplier output 1,55 dan multiplier nilai tambah 1,75,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengatakan, pemprov berupaya memanfaatkan JTTS bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan exit jalan tol.

“Pemprov Lampung akan memanfaatkan exit tol JTTS dengan mengkoneksikan langsung dengan kawasan industrialisasi, pelabuhan, dan lainnya. Tentunya daerah yang terkoneksi dengan JTTS akan menetapkan kawasan industri level kabupaten,” jelas Taufik.

Keberadaan JTTS, lanjut dia tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar JTTS, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi daerah lainnya.

“Provinsi Lampung sangat dekat dengan pulau Jawa, bahkan 30-40 persen pasokan pangan ke Jakarta berasal dari Lampung. Dengan adanya JTTS tentu secara tidak langsung akan meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung, yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” jelasnya.

Dalam FGD itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan menjelaskan JTTS akan meningkatkan perekonomian Lampung.

“Adanya JTTS ini harus didukung rest area yang memadai, serta antisipasi akan adanya penumpukan dan kemacetan kendaraan,” jelasnya.

Sedangkan Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso, menyampaikan, semua pihak menginginkan pembangunan JTTS mampu berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, salah satunya masyarakat Lampung.

“Apa yang disampaikan bapak Taufik terkait progres JTTS di Lampung telah berjalan dengan baik, dan tercepat selama proses pembangunannya dibandingkan Provinsi lainnya. Tentu hal tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian Lampung,” ucap Brahmantio. (Tampan)

 

Facebook Comments