• Jumat, 13 Desember 2019

Lagi! Warga Keluhkan Jalan Tengah Kota yang Rusak

Rabu, 18 April 2018 - 19.49 WIB - 0

Kupastuntas.co, Tanggamus - Warga ibu kota Kabupaten Tanggamus, tepatnya warga Kota Agung mengeluhkan rusaknya jalan di tengah kota. Kondisi ini selain mengurangi kenyamanan dan keindahan wajah kota, juga mengganggu aktivitas warga.

Jalan rusak yang paling banyak dikeluhkan warga yakni jalur dua Jalan Merdeka dan Jalan Samudera, yang berada di pusat perdagangan pasar Kota Agung ini semakin dipenuhi lubang-lubang lebar dan dalam yang tidak segera ditambal. Akibatnya, kondisi permukaan aspal menjadi semakin parah saat hujan melanda wilayah itu, ditambah arus volume kendaraan yang cenderung meningkat.

Kondisi yang demikian dapat membahayakan keselamatan karena para pengemudi selalu berusaha menghindari jalan yang berlubang dengan memilih bagian yang mulus, meski kadang mereka lakukan dengan melawan arus lalu lintas.

“Kerusakan jalan Merdeka ini sudah demikian parah, seluruh badan jalan aspalnya terkelupas dan sangat dalam. Setiap hari pasti ada saja kendaraan yang terperosok,” kata Jamal (50), salah seorang pedagang di pasar Kota Agung.

Deri (47), warga Kota Agung lainnya mengatakan, akibat rusaknya ruas jalan provinsi didalam kota ini membuat warga tidak nyaman melintas atau hendak berbelanja di Pasar Kota Agung.

“Ya bagaimana mau nyaman ke pasar, kalau jalan dalam kotanya saja rusak parah seperti itu,” kata dia.

Selain itu, warga juga mengeluhkan banyaknya drainase kota yang tersumbat saat musim penghujan. Saat itu, drainase di jalur dua jalan Merdeka dan jalan Samudera mampet, dan ruas jalan digenangi air yang cukup dalam.

Kondisi ini diperparah dengan sampah dan material batu bercampur pasir yang berserakan memenuhi badan jalan dan menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini cukup mengganggu, apalagi bagi para pejalan kaki. Karena tak pelak terkena percikan air kotor ini saat kendaraan melintas.

"Kami berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan kerusakan tersebut guna menghindari dampak buruk terhadap pengendara yang sering melintasi jalan itu," ujar Bila, warga Kota Agung. (Sayuti)

  • Editor : Mita Wijayanti