Beranda Bandar Lampung

Warga Sukabumi Indah Sepakat Robohkan Tower Indosat di Masjid

1365
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-04-15-at-15.16.27.jpeg
Tampak menara/tower yang sudah setengah jadi tepat di samping masjid, perum Sukabumi Indah. Foto : Wanda/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Warga kelurahan Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi sepakat untuk meminta pihak provider membongkar tower provider yang berada di lingkungan masjid Al Hidayah. Hal ini karena pendirian tower itu memakai pembangunan tower masjid.

CJ,  insial salah satu warga setempat mengatakan Senin (16/4/2018) malam, sekitar 30 warga yang rumahnya berada di dekat tower tersebut, mengadakan rapat bersama di masjid, dan memutuskan agar pihak provider indosat untuk menurunkan, atau merobohkan tower tersebut.

“Rapat kami ini disepakati, karena semua warga tertipu dengan tanda tangan yang disodorkan, dan uang yang diberikan oleh warga dari bendahara pembangunan menara tersebut,”kata dia, Selasa (17/4/2018).

Ia menjelaskan, awal mulanya, sebelum melakukan pembangunan menara di bentuk lah tim yakni ketua, sekretaris dan bendahara dari warga sekitar.

Lalu pada saat setengah perjalanan membangun menara, pihak Tim mengatakan kehabisan anggaran lalu dicarikanlah donatur.

Setelah itu, warga pun dipaksa untuk tanda tangan dan diberikan duit Rp300 ribu untuk kelanjutan pembangunan tower.

“Ada 30 Kepala Keluarga yang diberi uang Rp300 ribu, mereka semua tidak tau uang itu untuk apa, karena kertas kosong dan materai,”ucapnya.

Ia menjelaskan, semua warga merasa tertipu dengan tanda tangan yang diajukan oleh bendahara tower menara itu.

“Oleh karena itu kami sepakat untuk meminta tower ini dirobohkan,”ucapnya.

Menanggapi polemik tower tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Moh Mukri angkat bicara. Ia  menyatakan bahwa hal ini tidak etis dan elok.

“Kalau saya mengatakan bahwa hal ini tidak etis dan tidak elok. Menara masjid itu seharusnya berfungsi sebagai teropong bintang dan meletakkan pengeras suara untuk panggilan adzan. Jadi tidak enak juga dipandangnya ada fasilitas provider di menara masjid,” ujar Mukri.

Dimintai tanggapan terkait warga yang merasa ditipu atas pembangunan yang sudah terlanjur, Mukri menyarankan pihak provider untuk duduk bersama warga.

“Saya menyarankan pihak provider duduk bareng. Sampaikan baik-baik. Kalau memang ada manfaat buat warga, ya sampaikan manfaatnya. Karena ini kan memiliki nilai profit,” pungkasnya. (Wanda)

Facebook Comments