Nih, Obralan Santai Para Cagub di Mapolda Lampung

70
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/5-21.jpg
Polda Lampung menggelar acara obrolan santai di antara para calon gubernur di Gedung Wiyono Siregar Mapolda Lampung, Rabu (25/04/2018) pagi. Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Polda Lampung menggelar acara obrolan santai di antara para calon gubernur di Gedung Wiyono Siregar, Rabu (25/04/2018) pagi.

Beberap akademisi pun turut dihadirkan untuk menjadi pembicara. Membahas kondisi pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Lampung. Mulai dari kritik, dan saran.

Usai mendengar paparan para akademisi, masing-masing calon gubernur dipersilakan menyampaikan obrolan santai dalam waktu 5 menit.

Dimulai dari calon nomor urut 1, Muhammad Ridho Ficardo. Dalam penyampaiannya, dia berhasil mencairkan suasana dengan mengistilahkan obrolan santai itu dengan singkatan “OBLOSAN”.

“Biasanya kalau masuk ke kompleks TNI/Polri selalu ada singkatan. Ini maunya disebut Oblosan, tapi saya takut, nanti ditangkap sama Provos. Karena lagi musim tangkapan minuman oplosan,” ujarnya disambut tawa yang hadir.

Setelah itu dia membahas soal Pemilukada Damai. Sebagai calon yang sudah pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung, ia menyatakan damai atau kesejahteraan telah diraih dalam bentuk penghargaan.

“Kesejahteraan itu adalah pemenuhan masyarakat yang kedua setelah infrastruktur. Sejahtera menjadi atensi karena itu perlu,” ucapnya.

“3 tahun berturut-turut Pemprov Lampung telah mendapat penghargaan penanganan konflik sosial. Ini fakta bahwa prestasi dicapai. Keberhasilan itu bukan hanya hasil kerja dari Pemda dan Forkopimda saja, tetapi andil dari tokoh masyarakat juga,” tutupnya.

Sesuai urutan, obrolan santai dilanjut oleh calon gubernur nomor urut 2, Herman Hasanusi. Calon yang diusung Partai PDIP ini terkesan tegas dalam penyampaian tutur kata. Dia menyoroti kesopansantunan Pemilukada Lampung yang bersih dari money politic.

“Jangan sampai dinodai aturan, yang diatur oleh Bawaslu, KPU soal Pilkada. Kalau sepakat jangan money politic, Lampung akan maju ke depan.

Untuk mencapai hal di atas, Herman mengimbau aparat keamanan berjalan dengan maksimal tanpa pilih-pilih bulu.

“Sekali lagi aparat keamanan awasi aturan. Harus tegas, jangan karena sudah dibayar (sogok red), penindakan tiadakan. Jangan pembiaran, nanti akan muncul pelanggaran,” imbuhnya.

“Jika aparat mengawasi dengan baik, pasti akan mendapat pemimpin Lampung yg memakmurkan masyarakat sehingga Provinsi Lampung menjadi lebih baik ke depan,” timpalnya.

Kemudian dilanjut oleh calon urut 3 yakni Arinal Djunaidi. Pernyataan Kapolri Hoegeng Imam Santosi yang menjabat dari 1968 – 1971 dijadikan contoh oleh Arinal sebagai gambaran pemimpin Lampung ke depan.

“Saya sependapat dengan Pak Hoegeng Kapolri terdahulu. Motto beliau bagus. Ucapan beliau yang saya lihat yang menyebutkan, memang baik jadi orang penting. Tetapi lebih penting menjadi orang baik,” sebutnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan calon sebelumnya adalah baik dan merupakan nasihat.

“Mari kita mengedepankan sopan santun karena Lampung adalah daerah relijius. Semua yang disampaikan sebelumnya untuk Lampung yang berjaya,” terangnya.

Sementara, penyampaian calon terakhir yang harusnya oleh Mustafa diwakilkan Ahmad Jajuli. Jajuli Terakhir, calon nomor urut 4 yang diwakili Ahmad Jajuli mengatakan, jangan sampai pada Pilkada tersebut, terjadi konflik, karena kontestasi tersebut jadi cerminan Provinsi Lampung.

Ia menilai, Pilkada juga tempat untuk merumuskan kebijakan daerah untuk lima tahun ke depan, guna kemajuan Lampung.

“Jangan sampai ada konflik, harus berjalan damai, karena Pilkada ini baik buruknya merupakan cerminan Provinsi Lampung,” katanya.

Ditambahkannya, untuk mendukung kesuksesan Pilkada, pasangan calon no 4 menyatakan dengan kedewasaan terhadap hasil.

“Kami memastikan paslon 4 menghargai hasil keputusan pilkada. Hal itu juga menjadi pernyataan sikap dari para pendukung. Kami legowo,” pungkasnya. (Kardo)