Istimewa, Pemkab Tanggamus Peringati Sekaligus Tiga Hari Besar Nasional

55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/14-3.jpg
Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar upacara peringatan tiga hari besar nasional sekaligus yaitu Hari Linmas, Hari Kartini, dan Hari Otonomi Daerah, dengan inspektur upacara Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma, di lapangan Pemkab setempat, Selasa (17/04/2018). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar upacara peringatan tiga hari besar nasional sekaligus yaitu Hari Linmas, Hari Kartini, dan Hari Otonomi Daerah, dengan inspektur upacara Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma, di lapangan Pemkab setempat, Selasa (17/04/2018).

Upacara bendera peringatan tiga hari besar nasional kali ini, suasananya sangat berbeda dengan upacara-upacara sebelumnya. Pasalnya tiga Polisi Wanita (Polwan) Polres Tanggamus bertugas sebagai pengibar bendera.

Mengawali sambutannya Kapolres AKBP I Made Rasma mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri untuk netral dalam pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus tahun ini.

Karena hal itu menjadi poin penting agar pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut agar tidak diciderai tindakan yang tidak sejalan dengan semangat keterbukaan, kebebasan memilih, dan kedaulatan rakyat.

“Kami menghimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri untuk netral dalam pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus tahun ini,” kata I Made Rasma.

Menyinggung peringatan Hari Perlindungan Masyatakat (Linmas),atau dulu Hansip (Pertahanan Sipil), I Made Rasma mengatakan kehadiran Linmas di Indonesia bersamaan dengan peristiwa perang kemerdekaan.

Dimana Linmas dibentuk atas dasar kehendak rakyat dengan cara ikut berpartisipasi aktif membantu angkatan perang, melalui pertahanan garis belakang, dalam bentuk penyelenggaraan keamanan rakyat.

“Tujuan pembentukan Hansip/Linmas, sebagai wadah yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan pemerintahan, penanggulangan bencana, dan pengungsi. Dan Hansip sejak tahun 2002 telah berganti nama menjadi Perlindungan Masyarakat (Linmas),” katanya.

Dikatakan I Made Rasma, Linmas berfungsi lebih daerah perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana. “Dan tidak dapat dipungkiri, bahwa kehadiran Linmas banyak memberilan kontribusi bagi masyarakat, baik di kota maupun di pekon/desa,”katanya.

Terkait Hari Kartini, I Made Rasma mengatakan, tanggal 21 April adalah hari istimewa bagi pergerakan emansipasi wanita. Karena pada 1 April 1879 yang lalu telah lahir pejuang emansipasi wanita Indonesia yakni R.A Kartini.

“Dan seperti yang kita ketahui dan kita rasakan bersama bahwa perjuangan R.A. Kartini dalam mengangkat derajat kaum wanita Indonesia sama dengan kaum pria sungguh besar,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, terbukti tidak sedikit kaun wanita yang sukses menjadi pemimpin baik di pemerintahan, politik, maupun di sektor swasta.

“Melalui peringatan Hari Kartini ini saya mengajak kepada para wanita di Kabupaten Tanggamus, mari berusaha menjadi wanita dan ibu yang sehat. Karena dari keluarga baik akan muncul pula masyarakat baik dan berkualitas untuk meningkatkan kualitas keluarga dengan cara perkawinan yang sah,” kata dia.

Kemudian menyinggung Hari Otonomi Daerah, dikatakannya, hari Otda ditetapkan bersama Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 tertanggal 7 Februari 1996. Berdasarkan keputusan presiden tersebut tanggal 25 April menjadi Hari Otonomi Daerah tapi bukan hari libur.

“Otonomi daerah memberikan ruang lebih luas dan merespon kebutuhan dan kehendak rakyat di daerah. Namun otonomi daerah juga tetap harus diletakkan dalam konteks kepentingan nasional yang tujuan ahirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” tegas I Made Rasma.

Berkaitan dengan banyaknya terjadi bencana alam di Kabupaten Tanggamus, I Made Rasma berharap dukungan dari semua pihak tidak hanya pemerintah daerah, namun semua unsur untuk dapat saling bahu-membahu dalam menyelesaikan masalah bencana ini. (Sayuti)

Tanggapan Anda: