Parosil : Prioritas Kita Adalah Pelestarian TNBBS dan Kesejahteraan Petani Kopi

135
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bupati Lambar Parosil Mabsus Hadiri Undangan Diskusi WCS Di Hotel Emersia Bandar Lampung (12/4). Foto : Ist/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menghadiri undangan Wildlife Conservation Society (WCS), untuk menjadi nara sumber sekaligus menandatangani Pernyataan Niat bersama pengusaha Kopi gdi Bukit Barisan Selatan, yang merupakan sebuah komitmen bersama untuk mengatasi deforestasi dan mendukung mata pencarian petani.

Dalam kegiatan tersebut Parosil Mabsus di dampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar Tri Umaryani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Syaekhudin, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekdakab Lambar Surahman SIP.

Acara yang berlangsung di ballroom Hotel Emersia Bandar Lampung ini, juga di hadiri oleh country director WCS Ip Dr. Noviar Andriani, kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Bupati OKI Selatan, Kepala Balai Besar TNBBS dan undangan dari London serta peserta lainnya. Kamis (12/4/2018).

Dalam sambutannya Country Director WCS Ip Dr. Noviat Andriani menyampaikan, selama 20 tahun pihaknya mendukung Pemerintah Indonesia untuk melestarikan lingkungan liar dan keanekaragaman hayati, atas dasar itulah perlu pendekatan dalam menyelesaikan persoalan deforestasi yang di sebabkan oleh perkebunan kopi di bukit barisan selatan, komitmen bersama ini bertujuan untuk membangun industri kopi yang menguntungkan semua pihak.

Dijelaskannya, penandatanganan komitmen merupakan sebuah langkah maju dan sebagai bahan dasar di industri kopi yang tentu saja memerlukan perubahan.

“Kita semua perlu yang namanya perubahan dengan waktu yang kita miliki, bahkan terkadang menginvestasikan sumber daya finansial kita. Namun WCS percaya bahwa bisnis dan industri bila di pertimbangkan dengan baik akan membawa berkah kepada semua pihak di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan ekonomi desa. Dampak keberlanjutannya, ekonomi yang kuat akan menciptakan ketahanan pangan, meningkatkan pariwisata, dan pembentukan badan usaha.

“Manfaat yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa maupun pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu Parosil Mabsus menyampaikan, Lampung Barat adalah daerah penghasil kopi yang terbesar di lampung, dan ditingkat nasional Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar.

“Saya yakin kehadiran kita di sini adalah sebuah komitmen bersama untuk mengatasi deforestasi hutan taman Nasional bukit barisan, khususnya dikawasan Provinsi Lampung dan juga sumatera Bagian Selatan. Sehingga pada kesempatan ini, kami atas nama pemerintah dan masyarakat Lampung Barat berharap semoga ada solusi bagi para penggarap atau perambah hutan taman Nasional bukit barisan, tetapi tetap mengutamakan kepentingan masyrakat kita sendiri,” ungkap Parosil.

“Kami berharap ada transformasi teknologi dalam hal budidaya sehingga bisa meningkatkan produktivitas kopi rakyat kita,” tuturnya sembari berharap kerja sama tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Lambar sehingga bisa lepas dari predikat daerah tertinggal. (Anton, Humas Lambar)

 

Tanggapan Anda: