Disdikbud Lampung Siapkan Rp193 Miliar untuk Bangun Sekolah

69
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/anggaran-bos-tunjangan-profesi-guru-dan-tunjangan-khusus-guru-terdapat-dalam-apbn-2018-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –¬†Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdihbud) tahun ini mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana sebesar Rp193 miliar.

Angka tersebut tentunya lebih fantastis hingga tiga kali lipat dari alokasi dana pada tahun sebelumnya, yaitu Rp54 miliar.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar mengatakan, penguatan pendidikan dimulai dari membangun sarana dan prasarana guna membuka akses pendidikan terutama di daerah terpencil. Hal tersebut telah diterapkannya dengan membangun beberapa unit sekolah baru.

Disamping itu, kata dia, yang juga perlu menjadi perhatian dalam peningkatan mutu pendidikan adalah kopetensi guru dan partisipasi masyarakat yang harus mempunyai andil besar terhadap kemajuan pendidikan.

“Kita berharap partisipasi masyarakat bisa meningkat dalam dunia pendidikan, semakin hari semakin paham apa yang harus dilakukan oleh masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan,”¬†ujar Sulpakar usai menghadiri upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, (02/05/2018).

Karena, menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak bisa diserahkan kepada pemerintah dan kepada guru saja tetapi peran orang tua murid dan masyarakat harus mempunyai andil yang besar demi majunya pendidikan.

Disisi lain, melalui sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang disampaiakn Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan. Karena itu, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak.

Dikatakannya, guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

“Semua pihak harus berhandeng tangan, bahu membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Kita optimis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya,” ujar Hamartoni. (Erik)