Terkait Pembangunan Pasar Smep, Kohar Minta Bantuan Provinsi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Plt Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar melakukan rapat pengarahan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja (Satker) yang ada dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, di ruang rapat Walikota Bandar Lampung, Rabu (2/5/2018).
Salah satu pokok pembicaraannya dalam rapat yang berlangsung tertutup tersebut adalah mengenai pembangunan pasar Smep yang sampai saat ini belum dikerjakan.
Kohar mengungkapkan , pembangunan pasar Smep harus segera dilakukan langkah tegas. Apabila Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak sanggup, segera minta bantuan kepada Provinsi atau Pusat.
"Kalo enggak sanggup itu ngomong, nanti kita akan kirimkan surat kepada Provinsi atau Pusat untuk membantu dalam pembangunan pasar Smep" ungkapnya usai rapat.
Ia juga menegaskan, jangan sampai pasar Smep diambil alih oleh swasta, dan meminta Pemerintah yang mengelolanya.
"Kita akan kordinasi dengan Provinsi dan Pusat, jangan sampai pasar Smep ini diambil-alih oleh swasta," tandasnya.
Setelah empat tahun lebih mangkrak tanpa ada kejelasan, kondisi Pasar Smep semakin memprihatinkan. Terutama kondisi jalan bagi para pembeli dan pedagang yang berupa jembatan kayu sudah banyak keropos.
Pantuan Kupas Tuntas beberapa waktu lalu, banyak kayu material yang ambrol ke kolam yang semestinya menjadi basement atau lantai dasar bangunan Pasar Smep.
Badan jembatan yang ambrol lalu diganti seadanya oleh pedagang dengan kayu bekas kotak buah.
Mbah War, pedagang bakso di pasar tersebut mengatakan, ambrolnya kayu badan jembatan terjadi sekitar 10 hari lalu. Namun, kata dia, hingga kini pemerintah kota dan dinas terkait belum juga memperbaikinya.
Ia mengaku, selain badan jembatan yang ambrol, pagar seng pembatas jembatan dengan kolam juga roboh karena longsor.
"Jadi sekarang kalau mau lewat di jalan tersebut harus berhati-hati takutnya malah kejeblos," katanya.
Ia pun mengharapkan, pemerintah segera memperbaiki akses bagi para pembeli dari Pasar Bambu Kuning menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Smep.
"Jalan ini yang biasa dilalui orang-orang yang belanja ke TPS. Kalau jalan ini nggak bisa dipakai lagi maka orang akan malas karena memutar jauh," tandasnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 -
Pentas Islami XIX 2026 Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Ukhuwah dan Prestasi Pelajar Muslim Lampung
Jumat, 15 Mei 2026 -
Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan
Jumat, 15 Mei 2026








