Ditempatkan di 10 Kabupaten, 120 Guru Lampung Mengajar Akan Mulai Pengabdiannya Juli Nanti

1535
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung telah selesai melakukan perekrutan guru Lampung Mengajar 2018. Sebanyak 120 guru yang lolos seleksi akan ditempatkan di 10 kabupaten se Provinsi Lampung.

Kasubag Perencanaan Disdikbud Lampung, Endi Fauzi mengatakan pihaknya telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 120 calon guru yang akan ditempatkan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Lampung. Para guru ini akan ditempatkan di sejumlah SMA/SMK di Lampung pada tahun ajaran baru 2018/2019.

“Jadi para guru yang mengikuti program Lampung Mengajar pada tahun ini sudah didiklat oleh kami dan sudah siap ditempatkan di wilayah 3T yang dibuktikan dengan menandatanganani kontrak kerja oleh masing-masing guru,” kata dia, kemarin.

Endi mengatakan, daerah penempatan bagi 120 guru tersebut terdapat di 10 kabupaten di Lampung, Pesawaran, Pesisir Barat, Tanggamus, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Mesuji, dan Tulang Bawang. Sementara mata pelajaran yang akan diajarkan di sekolah-sekolah, di antaranya Geografi, Biologi, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Kimia, dan Metematika.

“Ada 10 kabupaten yang menjadi sasaran program Lampung Mengajar tahun ini, seperti sekolah di kecamatan Dente Teladas, Rebang Tangkas, Punduh Pidada, Sragi, Ulu Belu, Kelumbayan, Simpang Pematang, dan Air Hitam,” ujarnya.

Sementara, Kadisdikbud Lampung, Sulpakar mengatakan, dari 120 guru yang mengikuti program Lampung Mengajar itu, sebanyak dua hingga empat orang akan di tempatkan di sekolah yang telah ditentukan sesuai kebutuhan.

“Kami berharap dengan adanya program Lampung Mengajar ini, sekolah yang masih kekurangan guru dapat teratasi. Karena guru merupakan ujung tombak dalam menciptakan generasi cerdas dan berkualitas. Insya Allah dengan hadirnya sejumlah guru Lampung Mengajar ini, menjadi solusi meningkatkan mutu pendidikan, walaupun di tiap sekolah baru bisa menempatkan dua hingga empat guru,” kata dia. (Tampan)