Oknum Sipir Akui Hapus Rekaman CCTV Lapas Kalianda

1016
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/INI-BANG-2.jpg
Plt Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard Lumban Tobing.
Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengungkap keterangan Rechal Oksa Haris anggota sipir dalam upaya menghilangkan bukti dengan cara memformat rekaman CCTV Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kalianda.

Ruang kontrol CCTV berada di Kantor Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalianda Muchlis Adjie.

Plt Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard Lumban Tobing menjelaskan, Rechal dibantu oleh 2 tahanan pendamping (tamping) untuk memformat CCTV, Minggu (06/05/2018) pukul 12.30 WIB,

BACA: Tanggamus Berpotensi Jadi Sentra Kopi Nasional, Perlu Perhatian Khusus

BACA: Pura-Pura Salat di Masjid Tiga Pemuda Curi Motor Baba Belur

Pada saat itu, posisi Kalapas Muchlis Adjie masih bertugas. Baru pada keesokan harinya, Muchlis cuti. Namun, Rechal dengan mudahnya memasuki ruang Muchlis.

“Ia mengakui kalau dia yang memformat. Tanpa perintah orang lain. Dia ditemani oleh 2 orang tamping yang ahli komputer. Muchlis itu setelah kami periksa datanya, ternyata dia itu ngambil cuti hari Senin (07/05/2018), berarti hari Minggu dia masih masuk kantor, dan kunci masih dia yang pegang,” ujarnya.

“Namun Rechal dengan mudahnya memformat data CCTV. Dan lagi, decoder CCTV itu kami lihat sudah dibongkar. Baut-bautnya sudah dibuka. Hard disknya bukan hard disk bawaan,” timpal dia.

BACA: Empat Pasangan Mesum di Gunungsugih Lamteng Terjaring Satpol PP

BACA: PAW Dua Kader PDIP Tersangka KPK Sedang Diproses di DPRD Lamteng

Richard mengaku, adanya percobaan untuk menghilangkan barang bukti yang dilakukan oknum sipir tersebut, tidak membuat BNNP kehabisan cara. Terkait CCTV yang diduga direkayasa, BNNP telah mengupayakan tindakan recovery database.

“Ini bukan masalah bagi kami. Walaupun memang, harapan besar kami ada di CCTV itu. Namun tidak menjadi kendala bagi kami untuk maju. Karena kami masih punya bukti-bukti lain. CCTV pun telah kami usahakan untuk direcovery (pemulihan data),” ujarnya.

BACA: Kader PDIP Tersangka KPK, KPU Lamteng Sudah Terima Surat Usulan PAW

BACA: Pantau Uang Palsu Jelang Lebaran, Pol PP Tunggu Instruksi Polisi

Untuk mengusut tuntas jaringan narkoba di Lapas Kalianda, BNNP juga telah melayangkan surat pemanggilan saksi kepada Muchlis Adjie.

“Sudah kita layangkan pemanggilan sebagai saksi. Jumat (hari ini) beliau kemungkinan datang ke kantor BNNP Lampung,” pungkasnya. (Kardo)