Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Pasokan Menurun Akibatkan Harga Ayam dan Telur di Lambar Melambung Naik

1086
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Kepala Bidang (Kabid) perdagangan pada dinas setempat, Sri Hartati . Foto : Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Hingga saat ini harga daging ayam dan telur di kabupaten Lampung Barat masih mengalami kenaikan harga dari biasanya. Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring dinas Koperasi, UKM perindustrian dan perdagangan setempat di sejumlah pasar yang ada di kabupaten Lampung barat.

Kepala Bidang (Kabid) perdagangan pada dinas setempat, Sri Hartati mengatakan jika melonjaknya harga daging ayam dan telur tersebut merupakan faktor dari rendahnya pasokan. Bahkan dia menyebutkan rendahnya pasokan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Lampung barat saja, melainkan hampir di seluruh kabupaten se provinsi Lampung.

Selain dikarenakan rendahnya pasokan, Sri juga menyebutkan bahwa permintaan pasar saat ini meningkat dari biasanya, sehingga dengan adanya pasokan rendah dan permintaan meningkat mengakibatkan kedua jenis panganan tersebut mengalami kenaikan harga.

“Kenaikan harga ini terjadi sejak beberapa hari menjelang bulan puasa dan hasil monitoring kita di Lima pasar dikecamatan yang berbeda harga tersebut masih bertahan sampai sekarang. Untuk harga telur dari 45ribu menjadi 48ribu perkarpetnya, tapi itu juga tergantung besar kecilnya. Sedangkan daging ayam dari 42ribu menjadi 48ribu hingga 50ribu perkilonya,” Ungkapnya.

Sri juga mengaku jika pihaknya sudah keliling ke produsen, dan hasilnya banyak produk tersebut bukan produk lokal karena memang produk lokal tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar ketika bulan ramadhan seperti ini, khususnya ayam agak mengalami kesulitan kalau telur pasokannya aman.

“Kalau informasi dari distributor, Banyak pedagang yang ambil ayam dari Jambi dan Tangerang karena ada beberapa ternak di Lampung yang mengalami gagal panen, entah karena bibit atau bagaimana kita enggak tau. Yang jelas kalau ngambil nya jauh biaya transport nya juga lebih dari biasanya,” Kata Sri.

“Mudah-mudahan tidak ada yang mengalami kenaikan lagi, karena kalau belajar dari tahun-tahun sebelumnya kenaikan harga terjadi di awal puasa, pertengahan normal dan naik lagi pada saat menjelang lebaran idul fitri,” Jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan, dan jadilah konsumen yang bijak dan teliti dalam membeli barang yang dibeli khususnya bagi para ibu rumah tangga, sehingga tidak berdampak pada kerugian terhadap pribadi maupun keluarga, Pungkasnya. (Iwan)

Facebook Comments