Bulog Lampung Akan Sebar Beras Sachet ke Seluruh Kabupaten/Kota

76
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bulog Lampung Akan Sebar Beras Sachet ke Seluruh Kabupaten/Kota
Dirut Perum Bulog Budi Waseso menunjukkan contoh beras sachet yang akan diedarkan, beberapa waktu lalu. Foto. ist

Bandar Lampung, kupastuntas.co – Bulog Divre Provinsi Lampung masih menunggu instruksi dari  Bulog Pusat untuk mendistribusikan beras sachet 200 gram seharga Rp 2.500.

Kepala Bulog Divre Lampung, M. Attar Rizal mengatakan, jika beras tersebut sudah tiba di Lampung, pihaknya akan mendistribusikan beras sachet ke seluruh kabupaten/kota se-Lampung.

“Kami akan sebar beras tersebut, terutama distribusi untuk warung-warung,” ujarnya, Minggu (27/5).

Ia menyebutkan, Bulog menjual beras dengan ukuran sachet 200 gram untuk menjamin ketersediaan beras di tengah masyarakat. Attar juga menjamin beras sachet akan dijual kualitasnya baik dan tidak kutuan.

“Per bungkusnya itu kualitas beras medium terbaik dari serapan beras petani Lampung. Kalau provinsi lain nggak ada beras sachet, kita bisa kirim kesana, intinya mempermudah masyarakat mendapatkan beras medium sesuai kebutuhan. Untuk di Lampung, masyarakat menengah ke bawah kami fokuskan untuk membeli ini,” ucapnya.

Attar Rizal mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan distribusi plastik untuk kemasan beras dan keperluan lainnya. Jika sudah siap, baru dilakukan pengemasan. Pengemasan beras bisa dilakukan di Lampung sebagai optimalisasi penyerapan beras dan penyalurannya ke pelosok daerah.

“Untuk pengemasan bisa disini, bisa di pusat. Tergantung kebutuhannya kan berbeda di setiap daerah. Terkait penyaluran, kami memprioritaskan ke Bandar Lampung, tetapi kami akan memetakan dan mendistribusikan ke daerah lainnya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi II DPRD Lampung, I Komang Koheri menilai beras sachet bisa menjadi solusi ketika harga beras dipasar mengalami lonjakan.

“Ini sangat terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Ini untuk menjawab kenaikan harga beras. Kerena kan dalam satu keluarga itu terkadang memiliki uang yang terbatas, karena selain uangnya untuk membeli beras, masyarakat juga memikirkan bagaimana dengan uang itu juga bisa beli sayur dan lauk. Tentunya ini membantu ekonomi kecil sesuai misi pemerintah dalam membantu perekonomian rakyat,” ujar Komang, melalui sambungan telepon.

Menurut Komang, selain berperan sebagai stabilisator harga, Bulog juga merupakan buffer stock yang memberikan instrumen-instrumen pemerintah terhadap rakyat. Ia menilai, keberadaan beras sachet ini nantinya tak mengganggu penyerapan hasil pertanian maka akan memiliki dampak yang baik bagi masyarakat. (Wanda/Erik)