Penggiat Kopi Ternama, Toni Wahid Bakal Jelajahi Kopi Robusta Lampung Barat

1011
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-05-23-at-11.59.30.jpeg
Toni Wahid, penggiat kopi dipastikan akan mengunjungi Kabupaten Lampung Barat selama dua hari di akhir pekam ini yaitu Jumat dan Sabtu (25-26 Mei 2018). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampungbarat – Penggiat Kopi, Toni Wahid dipastikan akan mengunjungi Kabupaten Lampung Barat selama dua hari di akhir pekan ini yaitu Jumat dan Sabtu (25-26 Mei 2018). Kedatangan ke Lampung Barat karena ingin merasakan langsung indah nya hamparan kebun kopi juga kenikmatan “Fine Robusta” Lambar yang selama ini hanya diketahui nya melalui pemberitaan media dan cerita orang saja.

“Kehadiran Mas Toni ke Lampung Barat untuk mengedukasi dan mempromosikan kopi dan pariwisata di Lambar. Kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada mas toni terhadap misi sosial beliau,” Kata Arie Patra, yang selaku panitia acara nanti, Rabu (23/5/2018).

Arie menjelaskan bahwa sejumlah agenda perjalanan Toni di Lampung barat sudah pihaknya susun seperti menjelajahi eksotisme kopi dan alam Lambar mulai dari Kampung Kopi rigis jaya hingga Lumbok Seminung, Cetus Arie.

Ditempat terpisah, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Toni Wahid yang sudah bersedia meluangkan waktu nya berkunjung ke Lampung Barat. Kehadiran Toni Wahid sebagai penggiat dan penulis kopi akan membantu promosi potensi “Fine Robusta Lambar” dan Pariwisata yang nanti nya berdampak pada kesejahteraan petani Kopi di Lambar.

“Selamat datang Mas Toni. Jangan lupa nikmati Secangkir Fine Robusta Lambar di kala berbuka puasa,” ungkap Pakcik, sapaan akrab Parosil Mabsus.

Ditambahkannya, Toni Wahid merupakan penggiat kopi papan atas Indonesia yang berkonsisten selama sepuluh tahun menulis tentang kopi di blognya yaitu cikopi.com. Bahkan tulisan-tulisannya kini menjadi pustaka informasi dan rujukan para pelaku dan pebisnis kopi atau yang kerap orang-orang sebut Literasi Kopi,” pungkasnya. (Iwan)

Tanggapan Anda: