FPPGL Lampung Kecam Keras Keputusan Arinal Pecat Alzier
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Forum Penyelamatan Partai Golkar (FPPGL) Provinsi Lampung mengadakan halal bihalal serta konferensi pers mengenai penolakannya atas pemberhentian M. Alzier Thabranie sebagai ketua dewan pertimbangan di Taman Santap Rumah Kayu Kota Bandar Lampung, Minggu (24/06/2018).
Dalam jumpa pers tersebut Ketua FPPGL Provinsi Lampung Indra Kariadi menilai bahwa pemecatan yang dilakukan oleh ketua DPD partai Golkar Provinsi Lampung Arinal Juniaidi terhadap ketua dewan pertimbangan M. Alzier Thabranie.
BACA : Dilalui 3 Jalur Penting, Ruas Jalan Pesawaran Butuh Perhatian
BACA : Jelang Pemungutan Suara, Alat Peraga Kampanye di Lampura Dimusnahkan
Menurut dirinya tindakan yang dilakukan Arinal sudah menyalahi aturan dan tidak melalui mekanisme yang sudah diatur dalam AD/ART partai Golkar.
"Saya selaku Ketua Forum menentang keras dengan keputusan yang di ambil ketua DPD Partai Golkar Lampung, yang telah memecat atau memberhentikan Ketua Dewan Pertimbangan. Dan saya akan melawan dengan cara menggugat di Pengadilan Tinggi Negeri kelas IA Tanjungkarang dengan dasar bahwa keputusan tersebut telah melanggar hukum," ujarnya.
BACA : Puji Kinerja Bupati, Ridho Ficardo Terangkan Program Pembangunan Mesuji
BACA : Polres Tuba Pastikan Logistik Pilgub 2018 Sampai ke PPK Se-Tubaba dengan Aman
Indra juga mengimbau kepada seluruh kader Partai Golkar yang mencintai keadilan khususnya bagi masyarakat lampung agar bisa melihat bentuk ketidakadilan, kearogansian dan kediktatoran yang dilakukan oleh Arinal Junaidi dan melawan atas keputusannya atas pemberhentian yang terhadap M Alzier yang tidak sesuai dengan peraturan partai.
"Tidak ada dalam peraturan mana pun, seorang anggota partai melakukan pemecatan dengan mengatasnamakan hasil musyawarah atau rapat. Ini adalah sebuah kesalahan, dan saya selaku ketua partai akan terus melawan dan menentang keputusan tersebut," tandasnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026








