Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

H-1 Pencoblosan, Himbauan Agar Tidak Golput dan Tolak Politik Uang Semakin Gencar

2829
  • 179
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    179
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/stop-money-politik211111.jpg
Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Ditengah gencarnya semua stakeholder pengawasan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 besok. Berbagai kalangan menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) agar menolak Golput dan Money Politic.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Priyono, SH Ketua DPC Pospera Tubaba mengatakan, dalam menyikapi maraknya politik uang di berbagai daerah.

“Masyarakat Lampung, jangan sampai ada yang golput, pemerintah telah menyatakan libur nasional pada Pilkada Serentak, agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, jujur dan adil untuk memilih pemimpin yang amanah, cerdas, memiliki visi misi yang jelas, adil dan bertanggung jawab” ungkapnya Selasa (26/6/2018).

BACA : Gubernur Ridho Terus Dorong Program Lampung Terang 2019

BACA : Panwas Mesuji Telusuri Dugaan Money Politic, Bupati Khamami: Usut Tuntas!

BACA : Pertama di Indonesia, RSUD Abdul Moeloek Terapkan BPJS Reservasi On Line

Dedi menegaskan, jika masyarakat Lampung ingin mendapatkan kepala daerah yang terbaik dari semua calon yang ada, maka harus memilih dengan cara yang banar, yang sesuai konstitusional dalam pilkada, bukan dengan cara-cara kotor sehingga mencederai hati nurani dalam kehidupan berdemokrasi.

“Kita harus menjadi golongan masyarakat yang cerdas dan tegas dalam memilih calon kepala daerah yang terbaik, bukan karena dikasih uang, sembako dan imbalan lainnya, tetapi karena pilihannya memang benar-benar pantas untuk pemimpin,” tegasnya.

Ia pun menilai, Politik uang yang dibagikan dari pasangan calon (Paslon) kepala daerah, merupakan cikal bakal dari persoalan Korupsi yang akan marak terjadi, pasalnya kepala daerah yang terpilih karena politik uang, akan berusaha terlebih dahulu untuk mengembalikan modalnya yang sudah dikeluarkan selama pencalonan sehingga akan merusak tatanan pemerintah.

BACA : 2018 Pemilihan Peratin Pesibar Dilaksanakan di 42 Pekon

BACA : Go-Lab, Inovasi Baru Layanan Bagi Masyarakat Lampung

BACA : Jelang Pilkada, 257 Anggota BKO Polda Lampung Tiba di Tanggamus

“Kepala Daerah yang terpilih karena Politik Uang, tentunya tidak akan terlalu fokus memikirkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang berkualitas, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka akan melakukan praktik korupsi, sebab saat kampanye mereka sudah menghabiskan uang yang banyak” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam Pilkada Serentak jangan sampai mengganggu hubungan kekeluargaan, persahabatan, lingkungan bermasyarakat, terutama jangan sampai mengganggu kerukunan beragama dan suku bangsa.

“Kita semua memiliki kewajiban untuk mengawal dan mengawasi jalannya pilkada serentak, agar berjalan bersih dan bebas dari kecurangan, terlebih dari Politik uang yang marak terjadi, masyarakat harus tetap bersatu meski berbeda-beda pilihannya dan harus berani melawan segala bentuk kecurangan agar pilihannya bukan karena uang” terangnya.

BACA : Ridho Tekankan ASN Netral Tak Terlibat Politik Praktis

BACA : Pemkab Tubaba: Masyarakat Haruslah Cerdas Memilih Tempat Belanja

Sementara, Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo dengan tegas untuk mengawasi tindakan money politics.

“Tim money politik dan gakumdu Polda dan Polres, segera turun dan tindak money politik, yang tidak melakukan akan saya evaluasi kinerjanya,”tegas dia singkat.

Terpisah, Ketua Panwaslu Tubaba Midiyan menerangkan, terdapat tiga faktor pemilih bisa memberikan hak pilihnya di TPS sesuai dengan Keputusan KPU nomor 574.

“Tanpa surat C6 tetapi terdaftar di DPT, Tanpa¬†E-KTP tetapi terdaftar di DPT, Tidak¬†terdaftar di DPT tetapi meiliki E-KTP bisa memilih di pemilih tambahan setelah jam 12,”singkatnya. (Irawan)

Facebook Comments