Beranda Daerah Lampung Lampung Utara

Dinkes Lampura Catat 49 Kasus DBD Dari Januari Hingga Juni 2018 

1360
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-06-28-at-18.11.05.jpeg
Kabid P2P Dinkes Lamputa Hj. Nely Kusrianti, saat diwawancarai Awak Media terkait Kasus DBD, Kamis (28/6/2018). Foto : Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara mencatat ada 49 orang yang terserang Demam Berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Lampura Hj Maya Metissa, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hj Nely Kusrianti, mengatakan, hingga bulan Juni 2018 tercatat 49 Kasus DBD di Lampung Utara. Ke 49 orang yang terkena DBD tersebut langsung diambil tindakan dan menjalani pengobatan di Rumah Sakit hingga pulih kembali.

“Alhamdulillah 49 orang yang terkena kasus DBD itu sudah sembuh semua. Begitu terserang DBD dan dibawa ke rumah sakit pasien langsung mendapatkan pelayanan intensif. Dan saat dinyatakan benar-benar pulih mereka baru boleh dipulangkan,” kata Nely, Kamis (28/6/2018).

BACA : Inilah Beberapa Kejadian Aneh di TPS Lampung Menurut Bawaslu RI

BACA : Tokoh Masyarakat dan Saibatin Marga Ngambur  Sepakat Lahan Segitiga di Bangun Fasum

BACA : Papan Bunga Ucapan Selamat Berdiri di Rumah Arinal, Ini Jumlahnya

Dijelaskannya, 49 kasus DBD itu terhitung sejak bulan Januari hingga Juni 2018. Dengan rincian 12 kasus pada bulan Januari, 10 Kasus pada bulan Februari. Kemudian 10 kasus pada bulan Maret, 6 kasus pada bulan April dan 11 kasus pada bulan Mei. Rata-rata pasien yang terkena DBD dirawat di Rumah Sakit Daerah H.M. Ryacudu Kotabumi dan ada beberapa orang yang dilarikan ke RS Bandar Lampung.

“Tidak ada korban meninggal, semua sembuh,”jelasnya.

Untuk mencegah perluasan DBD, lanjut Nely, Diskes Lampura melalui bidang P2P selalu menerapkan antisipasi dini dengan mensosialisasikan 3M+(Menguras, Menutup, Mengubur dan menebar bubuk abate).

Untuk itu Masyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Mengingat penyebaran DBD dilakukan melalui nyamuk yang hidup digenangan air yang bersih, jangan sampai ada genangan-genangan air disekitar rumah.

BACA : Terkait Hasil Pilkada, Kapolda Minta Semua Pihak Menahan Diri

BACA : Usai Pilgub, Bupati Way Kanan Sampaikan Terima Kasih dan Minta Masyarakat Rukun

“Dimusim hujan seperti ini kita harus waspada. Jika masyarakat tidak sigap membersihkan genangan air saat musim hujan seperti ini itu dapat menimbulkan DBD,”kata dia.

Dirinya menghimbau kepada seluruh Masyarakat Lampura agar selalu Waspada. Mengingat kondisi cuaca saat ini Ekstrim, biasanya pada bulan Juni memasuki bulan Juli curah hujan tidak ada lagi. Namun kenyataannya hujan masih turun terus menerus. Sehingga kebersihan lingkungan wajib diperhatikan.

“Terutama lingkungan di dalam rumah. Biasanya nyamuk DBD akan ada di air yang menggenang di vas bunga, air dibelakang kulkas dan ditempat-tempat sampah. Untuk itu kita harus waspada sejak dini,”pungkasnya. (Sarnubi)

Facebook Comments