Beranda Politik

Pengamat Politik Lampung: Jangan Langsung Percaya Hasil Quick Count, Bisa Jadi Ada “Main-main”

1541
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2016-11/1931543_1020871649641_5058616_n.jpg
Pengamat Politik Universitas Lampung, Yusdianto.
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menyebut, hasil Quick Count (hitung cepat) sementara Pilkada yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei tidak bisa langsung dipercaya sepenuhnya.

Yusdianto mengatakan, hasil yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei bisa jadi merupakan hasil karangan. Bisa saja terjadi transaksi  politik uang yang dengan lembaga survei untuk  mengeluarkan hasil pemenangan paslon tertentu. Ia meminta masyarakat sabar menunggu hasil penghitungan suara versi KPU.

“Iya makanya itu, kita tunggu saja hasil Real Count yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, karena hasil yang dikeluarkan lembaga survei tergantung dengan subjek dan objek, maksudnya sedikit beraroma politik uang,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Rabu (27/6/2018).

Baca Juga : Dugaan Money Politik, Ketua Tim Pemenangan Paslon 1 dan 2 Gugat Arinal-Nunik

Yusdianto menyayangkan, bila masyarakat langsung mempercayai hasil yang dikeluarkan lembaga survei, karena berdasarkan penilaiannya hasil Quick Count bersifat asumsi.

“Namanya juga lembaga survei, jadi mereka mengeluarkan hasil Quick Count berdasarkan asumsi mereka sendiri, tergantung pelaksana. Jika benar mereka bermain politik uang atau tidak kan sudah tergambar oleh kita,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Provinsi Lampung diminta tidak terlalu mempercayai hasil lembaga survei, sembari menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU.

“Nanti hasil pengumuman KPU itu lah yang benar-benar bisa kita percaya. Kalau lembaga survei belum tentu,” tandasnya.

Imbauan serupa disampaikan Kapolda Lampung Irjenpol Suntana. Ia meminta masyarakat Lampung agar jangan terpancing dengan hasil yang dipublikasikan oleh lembaga survey, kendati memang berdasarkan disiplin ilmu. Hal ini, untuk mengantisipasi agar masyarakat Lampung tidak cepat terprovokasi.

“Masyarakat percaya sama hasil resmi dari KPU, jangan mudah terprovokasi oleh quick count,” ujarnya.

Ia juga memastikan pelaksanaan pilkada damai dan lancar dengan personil yang telah disebar, ke seluruh wilayah Lampung untuk melakukan pengamanan.

“Sejauh ini aman, tertib, dan terus dipantau,” katanya.

Kapolda sendiri bersama Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono dan Ketua Bawaslu, Fatikhatul Khoiriyah sempat melakukan pemantauan di TPS 10 Wayhalim, dan TPS 02 Labuhanratu. (Erik)

 

Facebook Comments