Kurangnya Eksistensi di Kancah Internasional, Sekdaprov Lampung Minta Festival Krakatau Dibenahi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Lampung Krakatau Festival (LKF) yang sudah digelah selama 27 tahun, belum bisa meningkatkan kualitasnya hingga ke level dunia. Hal ini dikarenakan berbagai faktor, seperti kinerja pihak penyelenggara yang belum maksimal, personel pendukung, dan keterbatasan anggaran.
Hal itu disampaikan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Hamartoni Ahadis saat rapat persiapan LKF ke-28 tahun 2018, di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kamis (5/7/2018).
Untuk itu, LKF tahun 2018 harus berbenah dan bisa menjadi roh pembangunan pariwisata Provinsi Lampung. Dikatakan Hamartoni, alasan yang menjadikan LKF harus go internasional dikarenakan label Krakatau telah dikenal dunia atas sejarah dahsyatnya letusan Gunung Krakatau di tahun 1883 silam.
"Seharusnya Festival Krakatau ini sudah go internasional paling tidak sejajar di tingkat ASEAN, tetapi nyatanya festival kita masih kalah dengan Thailand, dan Malaysia. Dan dengan mengambil nama Krakatau seharusnya bisa mempengaruhi roh pengembangan pariwisata Lampung," ujar Hamartoni,
“Kegiatan ini untuk mengangkat harkat martabat Provinsi Lampung seperti daerah lain, kalau provinsi lain memiliki festival yang bisa mendunia lalu kenapa Lampung tak bisa," imbuhnya.
Ia juga berharap, kegiatan LKF tak hanya sekedar menjadi seremoni belaka untuk menunaikan kewajiban sebagai tuntutan tugas tahunan, akan tetapi peyelenggaraan LKF haruslah diselenggarakan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab kepada Provinsi Lampung.
Kepada Event Organizer (EO) LKF tahun 2018, yakni PT. Grand Modern, Sekdaprov meminta agar bekerja secara profesional dan mengemas festival ini jauh lebih baik lagi.
"Saya berharap EO bekerja secara profesional, mendedikasikan kerjanya, sebab jika event ini nanti berhasil meriah, maka akan mengangkat harkat dan martabat Provinsi Lampung. Begitu juga bagi EO-nya sendiri akan mendapat citra yang baik," katanya. (Erik)
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026








