Aktivis: SBY Patah Hati, TGB Tak Dipanggil Rapat Majelis Tinggi Demokrat

776
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/12-26.jpg
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber: Kompas.com

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kalangan aktivis menilai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya memanggil kadernya, Muhammad Zainul Majdi, untuk mengklarifikasi dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpandangan dukungan Zainul Majdi yang dinyatakan terbuka ke publik perlu diluruskan karena berbeda dengan sikap politik Demokrat. Bila dianggap mengganggu, Dewan Kehormatan Demokrat bisa menggelar pemeriksaaan kode etik.

BACA : 641 Mahasiswa KKN Kebangsaaan 2018 Akan Diterjunkan di Tiga Kabupaten di Lampung

BACA : Serah Terima Rusun ASN Mesuji Masih Terkendala Instalasi Listrik

Sebaliknya, kata Ray, bila dukungan kepada Jokowi diperkenankan sebagai sikap pribadi, langkah Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bisa diteruskan. Menurut Ray, Demokrat pasti memiliki mekanisme internal untuk menyelesaikan masalah itu.

“Menurut saya soal dukungan TGB kepada Jokowi soal tak koordinasi saja. Ini harusnya dibicarakan,” tuturnya, Senin (09/07/2018).

Momen klarifikasi itu sebenarnya dimungkinkan karena pada Senin siang, Majelis Tinggi Demokrat menggelar rapat di kediaman SBY. Lagipula,

TGB masih duduk di organ penggambilan keputusan strategis tertinggi Demokrat tersebut. Sayangnya, alumnus Universitas Al Azhar itu tidak diundang.

“Sudah saya cek, saya tidak dapat undangannya. Makanya saya memilih datang ke sini,” ujar TGB saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Senin siang.

Ray Rangkuti menilai tidak dipanggilnya TGB dalam rapat Majelis Tinggi sebagai bentuk ekspresi kekecewaan SBY.

BACA : Ketua PWI Tulangbawang Berharap Tetap Kompak

BACA : Jorok, Pemkab Tubaba Tutup Kandang Ayam Didekat Sekolah

Menurut pengamatannya, kekecewaan SBY biasanya tidak diungkapkan secara terbuka, tetapi dilakukan secara implisit seperti dalam kasus TGB.

“Sudah pahamlah kita dengan watak Pak SBY, tidak mengejutkan. Sudah patah hati duluan dia,” kata Ray. (*)

Sumber: Bisnis.com

Tanggapan Anda: