700 Personel Polresta Kawal Unjuk Rasa di Kantor Gakkumdu Lampung

87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/3-65.jpg
Suasana unjuk rasa di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Lampung, Kamis (12/07/2018). Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Untuk kesekian kalinya, suara pendiskualifikasian calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Nunik digaungkan ratusan masyarakat di Kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung, Kamis (12/07/2018).

Disisi lain, pengawalan atas unjuk rasa juga harus dilaksanakan petugas gabungan TNI-Polri. Dalam hal ini, 700 pasukan diturunkan untuk mengawal.

BACA: Harapan Bupati Parosil Atas Pembacokan di Kebun Tebu Lambar

BACA: Polres Way Kanan Latpra Ops Antik Krakatau 2018

“Jumlah itu hanya permulaan saja. Jumlah pasukan bisa kami tambah sesuai situasi. Bisa saja sampai ribuan. Yang jelas, kita sebagai petugas, apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat, kami siap layani,” tegas Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono.

Sementara, Koordinator Aksi, Rahmat Husein meminta Bawaslu Lampung untuk membatalkan pemenangan Arinal-Nunik dalam Pilgub Lampung 2018.

“Batalkan Arinal-Nunik dalam Pilgub Lampung, karena telah menodai jalannya Pilkada dengan Money Poltics pada saat pencoblosan,” serunya.

BACA: KRLUPB Kembali Sambangi Kantor Gakkumdu Lampung

BACA: Selalu Kritiki Persoalan Narkoba, Pengamat Hukum Ini Raih Penghargaan dari BNN Lampung

Pantauan di lokasi kejadian, ratusan massa yang hadir dari berbagai daerah kompak menyuarakan pembatalan Arinal-Nunik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih. (Kardo)

Tanggapan Anda: