Penggusuran Kampung Pasar Griya Sukarame Diwarnai Tangisan dan Teriakan Warga
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Penggusuran yang dilakukan pemerintah bandar lampung membuat tanah Kampung Pasar Griya Sukarame basah dengan airmata dan gema suara teriakam ibu-ibu yang meronta melihat rumahnya digusur, Jumat (20/7/2018).
Baca Juga: Arogansi, Satpol PP Pukuli Warga Kampung Griya Sukarame yang Bertahan
Warga kampung griya yang tersisa 40 Kepala Keluarga dan rata-rata bekerja sebagai pemulung dan pedagang, berteriak dan menangis melihat satu persatu bangunan rumahnya diruntuhkan alat berat.
Penggusuran ini dilakukan oleh pemerintah kota Bandar Lampung dikarenakan lahan milik pemerintah kota bandar lampung yang dulunya dialokasikan sebagai pasar akan dialihfungsikan menjadi gedung Kejaksaan Tinggi Negeri.
Baca Juga: Penggusuran Kampung Pasar Griya Ricuh, Warga dan Satpol PP Saling Pukul
"Kalian liat nanti, anak-anak kami yang akan membalas ini, karma pasti berlaku bagi para penindas," ujarnya. (Sule)
Berita Lainnya
-
Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Lampung, Kepala BPS RI Jamin Kerahasiaan Data Masyarakat
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Polisi Tangkap Penganiaya Caddy Golf Tangerang di Bandar Lampung
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Ini Makna Gelar Baginda Pemuka Bangsa yang Diterima Jokowi
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Terima Gelar Adat, Jokowi Ajak Masyarakat Terus Jaga-Lestarikan Budaya Lampung
Sabtu, 27 Juni 2026








