Beranda Daerah Lampung Mesuji

Bupati ‘Gila Kerja’ itu ada di Mesuji

1171
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Donald Harris Sihotang, Pimpinan Redaksi SKH Kupas Tuntas (baju hitam) saat dampingi Bupati Khamami melihat pengerjaan Kolam Ikan Taman Kehati Mesuji, Kamis (19/7/2018). Foto : Gusti/Kupastuntas.co

kupastuntas.co – Aroma sambal terasi khas Mesuji begitu terasa ketika kami tiba di Rumah dinas Bupati Mesuji Khamami. Sambil membolak-balik sejumlah berkas, Bupati Khamami langsung mengajak kami bersantap siang.

Saya, didampingi Pemimpin perusahaan Kupas Tuntas Suhaili SE, dan wartawan biro Mesuji Gusti langsung bersantap bersama tuan rumah.

Kami tiba di Mesuji pukul 12.30 WIB, setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 4 jam dari Bandar Lampung. Di Rumdis Bupati, bersama kami, masih ada sejumlah tamu lainnya. “Rumah ini tidak pernah sepi pak,”kata Plt Kabag Humas Mesuji Slamet Sulaiman, yang ikut mendampingi kami, Kamis (19/07/2018).

Tak menunggu lama, selesai bersantap siang, Bupati Khamami mengajak kami mengunjungi desa Sukamandiri, Kecamatan Way Serdang. Di tempat ini Bupati mengumpulkan warga dari 8 desa calon penerima bantuan bedah rumah.

Berbeda dari sejumlah daerah lain yang saya temui, sepanjang perjalanan, Bupati tidak didampingi pengawalan. Tidak ada ada bunyi sirene yang memekakkan telinga atau membangunkan tidur siang warga di sepanjang jalan yang dilalui saat itu.

Bupati hanya berdua saja dengan pengemudi, menyusuri jalan-jalan bebatuan, yang masih berupa onderlag, pada beberapa potongan jalan,  tanahnya lebih tampak.

Setelah menempuh perjalan kurang lebih 1 jam, ratusan orang sudah berkumpul di aula desa Sukamandiri. Di jejeran paling depan, tampak Sekda Mesuji Rizal Fauzi, Kadis Perumahan Mesuji Huminsa Lubis, Camat Way Serdang Ikomang, dan sejumlah Kepala desa.

Di hadapan warga 8 Desa calon penerima bantuan,  Bupati Khamami dengan semangat menerangkan tentang bantuan bedah rumah yang akan diberikan tahun ini, baik bersumber dari APBD setempat maupun APBN. Materi soal bantuan ini dijelaskan Khamami secara gamblang. Bupati menekankan, bagi penerima bantuan yang mengalami pemotongan, agar melaporkan hal itu langsung kepadanya.

“Kalau ada aparat yang nakal, melakukan pemotongan bantuan untuk panjenengan (kalian), laporkan ke saya, langsung tak pecat. Catat..Ini nomor handpone saya,”katanya, disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir, dalam acara sosialisasi, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan program Pemkab Mesuji lainnya di Balai Desa Suka Mandiri, Kecamatan Wayserdang.
Bupati lalu menawarkan sebanyak 400 Bantuan Perumahan Layak Huni. “Segera lakukan pendataan, 400 bantuan perumahan senilai Rp 15 juta saya tawarkan untuk kalian,” ujar Khamami.

Kriteria penerima bantuan ialah masyarakat yang rumah papan, memiliki material, dan dana tambahan. Pada tahun 2018, Pemkab Mesuji mengalokasikan anggaran Baperlahu sebesar Rp 22,4 miliar. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu.

Pada tahun 2019 mendatang, bebernya, akan lebih banyak lagi bantuan dari pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN. “Kami berupaya Mesuji maju dan rakyatnya sejahtera. Tahun depan akan ada 5.000 bantuan perumahan,”ujarnya lagi.

Di tempat itu, terjadi komunikasi dua arah. Bupati menyampaikan program-progam Pemda untuk rakyat. Sebaliknya, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Khamami. Komunikasi yang berlangsung gayeng (menyenangkan) itu tak terasa menapaki  waktu hingga pukul 17.00 WIB.

Sambil menenteng sebotol air mineral, Bupati mengajak kami menuju Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya.
Berdua pengemudi, mobil Bupati menyusuri jalan-jalan sepi. Dua anggota Sat Pol PP menggunakan sepeda motor, hanya mengarahkan sampai jalan utama. Di tengah perjanan menuju Taman Kehati, Bupati turun dari kendaraannya. Di lokasi tampak Plt Kadis PUPR Mesuji Najmul Fikri ditemani stafnya tengah memperbaiki jembatan, mengunakan alat berat.

“Di sini kami punya beberapa unit alat berat. Jadi untuk melakukan perbaikan jembatan yang sudah tua termakan usia, rusak dan lainhal, kami tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga (kontraktor). Hanya pengadaan materialnya saja, biayanya, tentu jauh lebih murah,”ujar Khamami. Selain memperbaiki jembatan, alat-alat berat itu juga digunakan Pemda setempat untuk melebarkan sejumlah ruas jalan, dan drainase.

Matahari sudah kembali ke Peraduan, kami baru tiba di Taman Kehati di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji. “Taman ini kini menjadi primadona masyarakat Mesuji dan sekitarnya untuk menikmati liburan akhir pekan,”kata Bupati Khamami memulai pembicaraan.

Bupati mengajak kami menyusuri Taman Kehati yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar itu. Mulai dari waterpark, wahana sepeda, air, taman burung, buaya, rusa, kuda, aquarium berukuran 4×14 meter untuk ikan-ikan besar seperti ikan khas Amazon Arapaima, dan ikan besar lainnya.

“Di sini lengkap, ada kebun tanaman, pusat kuliner, hewan, burung, kolam renang. Ini kami bangun sudah tiga tahun ini, dan akan terus kami lengkapi,”kata Khamami.

Menurut Khamami, dengan kekuatan APBD Mesuji yang hanya sekitar 800-an miliar, ia dituntut harus mampu mengelolanya dengan baik. Taman Kehati ia bangun atas ispirasinya pribadi tanpa menggunakan jasa arsitek. Hingga kini sudah menelan anggaran sekitar Rp 15 miliar. Gambar, atau rancangannya kata Khamami tinggal dicari lewat google.

Dengan membangun Taman Kehati, Khamami mengaku yang ia dapat adalah kepuasan hati, karena dapat memenuhi kebutuhan Masyarakat akan tempat berwisata dan hiburan. “Saya puas kerja keras demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat wisata dan hiburan. Di sini hanya membayar Rp 10.000, masyarakat sudah puas menikmati sejumlah fasilitas yang ada,”ujarnya.

Khamami mengaku, masih banyak lagi fasilitas yang akan dilengkapi di taman tersebut. Saat ini, tengah dibangun aula pertemuan berkapasitas 5.000 orang. Empat Guest Hause (rumah singgah) sudah berdiri, dan akan ditambah lagi. “Kalau ada tamu-tamu dari daerah atau pusat, bisa tinggal di Guest Hause,”ujar Khamami sambil menyusuri lorong-lorong Taman Kehati. Yang paling berat terkait Taman Kehati, jelas Khamami adalah perawatan atau pemeliharaannya.

Di tengah perbincangan yang panjang tentang Taman Kehati, Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah dan rombongan ikut bergabung. Malam yang semakin dingin sedikit hangat dengan kehadiran secangkir kopi. Maklum, jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.45 WIB. Obrolan malam itupun berlanjut mulai dari mempercantik Taman Kehati, hingga ‘menjual’nya melalui media sosial.

Secangkir kopi malam itu takmampu menenangkan perut yang sudah ber-irama zig-zag, namun Bupati dan Ketua DPRD rombongan belum juga beranjak.

Baru pada Pukul 22.30 WIB, Bupati mengajak kami dan rombongan Ketua DPRD pindah ngobrol di kediamannya. Di Rumdis, puluhan orang, dari warga dan aparat desa sudah menunggu Bupati. Pukul 23.00 WIB, kami santap malam bersama Ketua DPRD dan rombongan. Sementara tuan rumah Khamami, masih terlibat percakapan serius dengan para tamunya.

Plt Kabag Humas Mesuji Slamet, yang masih setia mendampingi hingga malam selarut itu, mengatakan, rumah dinas Bupati Mesuji tidak pernah sepi tamu. Tiap malam selalu begitu. “Setiap orang bebas datang, dan makan di sini. Beginilah hari-hari beliau,”ujarnya.

Di tengah kesibukannya melayani para tamunya, kamipun pamit kembali ke Bandar Lampung pukul 23.55 WIB. Dalam bhatin saya, ini Bupati kerja terus, kapan makan, kapan mandinya?haha. (Donald Harris Sihotang)

Facebook Comments