Beranda Daerah Lampung

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Barat Lampung

2214
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi ombak besar. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kewaspadaan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Barat Lampung diprediksi masih berlanjut hingga akhir Juli 2018.

Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis tim forecaster on duty Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, di Bandarlampung, Rabu (25/07/2108), gelombang tinggi di perairan Barat Lampung itu diperkirakan bisa mencapai 6-7 meter.

Kondisi ini sangat berbahaya tidak hanya untuk nelayan, namun gelombang setinggi itu mampu merusak kapal barang yang ukurannya jauh lebih besar dari armada nelayan.

BACA: Rupiah Tembus Rp14.545, Terlemah di Asia

BACA: 9 Jenis Makanan Ini Ternyata Kurang Baik Buat Sarapan

BMKG mengingatkan kewaspadan itu diperlukan agar tidak terjadi banyak kerusakan maupun korban jiwa akibat kondisi gelombang tinggi tersebut, menyusul sebelumnya ada seorang nelayan terseret ombak dan meninggal di perairan Pesisir Barat, Lampung.

Secara khusus imbauan dan peringatan itu diharapkan dapat diterima para nelayan, terutama di wilayah Pesisir Barat, Lampung.

BMKG meminta masyarakat tetap mewaspadai cuaca dan peduli iklim agar kegiatan lancar dan aman.

BMKG Lampung juga memberikan penjelasan mengenai fenomena banjir rob adalah hal yang biasa terjadi di wilayah Pesisir Barat dan sekitarnya.

Namun, saat ini kondisi gelombang memang sedang tinggi, sehingga banjir rob yang terjadi juga signifikan.

Kepala UPT Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Theodorus Agus Heru Riyanto yang juga Koordinator BMKG Provinsi Lampung menjelaskan, fenomena banjir rob di wilayah perairan sekitar Krui, Pesisir Barat ini biasa terjadi mulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan kemudian perlahan surut.

Bahkan, jembatan penghubung di wilayah ini sudah sering sekali hanyut karena dihantam banjir rob setiap harinya. Apalagi posisinya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang gelombang di sekitar wilayah tersebut memang lebih tinggi.

“Perlu ada tindakan lebih lanjut untuk pembangunan jembatan penghubung ini, karena jika dibangun seadanya akan hanyut karena dihantam gelombang laut setiap hari,” katanya.

Namun, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan terprovoksi berita berita hoaks yang akan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

BACA: Stabilisasi Rupiah, BI Gelontorkan Rp291,6 Triliun

BACA: Dihantam Ombak, Tiga Pengendara Motor di Pesibar Nyaris Tenggelam

Dia menjelaskan bahwa kejadian ombak tinggi di Pesisir Barat itu sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi di daerah tersebut terutama pada Mei-Agustus seiring tingkat kunjungan wisatawan mancanegara cenderung tinggi untuk melakukan surfing.

“Kami dari BMKG Lampung juga sudah memberikan informasi tinggi gelombang di Pangai, Krui, Pesisir Barat karena biasanya pagi hari terjadi rob pukul 10.00 WIB dan hingga pukul 15.00 WIB gelombang agak reda kemudian di atas pukul 15.00 WIB naik lagi,” Theodorus. (*)

Facebook Comments