Beranda Daerah Lampung

Saksikan Gerhana Bulan Total 27-28 Juli 2018 dari Institute Teknologi Sumatera

115
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/antusias-warga-padati-itera-untuk-lihat-gerhana-bulan-total-01.jpg
Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera mengadakan nonton gratis Gerhana Bulan Total di kampus setempat, Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Nonton gratis akan berlangsung mulai Jumat (27/07/2018) malam pukul 20.00 hingga Sabtu (28/07/2018) pagi pukul 06.00 WIB.

Meskipun gratis, setiap warga yang ingin menyaksikan Gerhana Bulan Total harus menghubungi sekretariat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Warga bisa mengontak nomor ponsel 0813 32311778 atau 0815 32582909.

BACA: Pemkab Tubaba Siapkan 9 Ekor Sapi Kurban, Ini Kata Setdakab

BACA: Polsek Tumijajar Tubaba Amankan Tukang Mekanik Pengguna Sabu

“Seperti biasa, (nonton gerhana bulan) akan berlangsung di kampus Itera. Kegiatan ini free (gratis) dan terbuka untuk umum. Tapi, konfirmasi dulu ke nomor ponsel itu,” ujar Sekretariat OAIL Nindhita Pratiwi, Senin (23/7).

Untuk mengamati fenomena Gerhana Bulan Total, OAIL menyediakan teleskop. Nindhita menjelaskan, warga bisa memotret melalui teleskop tersebut.

“Jangan lupa bawa jaket, karena dingin,” imbuh dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera ini.

OAIL memberi kesempatan kepada warga yang ingin melihat Gerhana Bulan Total sekaligus benda langit lainnya menggunakan teleskop. Petugas OAIL juga siap memberi penjelasan mengenai obyek pengamatan, peralatan, dan informasi lainnya terkait perkembangan astronomi.

Nindhita mengungkapkan, Gerhana Bulan Total kali ini lebih istimewa. Sebab, posisi Bulan berada di titik terjauh dari Bumi, sehingga akan tampak lebih kecil. Selain itu, durasi gerhana akan lebih panjang, yaitu 1 jam 43 menit.

“Ini akan menjadi durasi gerhana terpanjang pada abad 21. Selain itu, Gerhana Bulan Total pada Juli ini bersamaan dengan terjadinya oposisi planet Mars, yaitu posisi Matahari-Bumi-Mars berada pada satu garis lurus di bidang Tata Surya. Ini menyebabkan Mars berada pada jarak terdekat dengan Bumi,” paparnya.

BACA: Ini Isi Kesepakatan Batas Waktu Hiburan Malam di Tuba dan Tubaba

BACA: Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018: Warga Bisa Lihat Planet Mars

Nindhita menambahkan, Mars akan terlihat kemerahan dengan piringannya yang akan tampak lebih besar dan lebih terang.

“Tapi, perbesarannya tidak signifikan jika melihatnya dengan mata telanjang. Tanpa teleskop, Mars tetap tampak sebagai titik merah terang di langit malam,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Lampung

Facebook Comments