Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Diskes Tulangbawang Barat Target 70.910 Balita Diimunisasi Measles

60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/14-25.jpg
Bupati Tubaba Umar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Tubaba Kornelia Umar saat memberikan imunisasi kepada balita. Foto: Dok/Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menargetkan sebanyak 70.910 balita usia 9 bulan sampai dengan anak berusia di bawah 15 tahun di kabupaten setempat mendapatkan Imunisasi Measles/Campak dan Rubella (MR).

Untuk mencapai target itu, Diskes Tubaba terus memaksimalkan persiapannya dalam mensukseskan program nasional yang akan dilaksanakan serentak pada Agustus-September 2018 tersebut.

BACA : Inspektorat Waykanan Periksa RSUD ZAPA Dugaan Korupsi Jasa Ambulance

BACA : H-1, 70 Persen Bacaleg Waykanan Belum Setor Perbaikan Berkas Pencalonan

Plt. Kepala Diskes Tubaba, Perana Putera melalui Sekretaris Majril mengatakan, untuk melaksanakan imunisasi tersebut, pihaknya menyiapkan 9.310 vial vaksin dan sudah mulai di distribusikan ke puskesmas yang ada di wilayah setempat.

“Dengan target tersebut, kita membutuhkan 8.864 vial vaksin, tapi distribusi dari provinsi kita mendapatkan sebanyak 9.310 vial vaksin. Jadi memang ada tambahan sebanyak 5 persen dari kebutuhan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/07/2018).

Dalam kegiatan imunisasi MR tersebut, lanjutnya, Diskes akan mengerahkan seluruh tenaga kesehatan yang ada, mulai dari dokter, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya.

“Untuk pelaksanaannya, bulan Agustus difokuskan bagi anak sekolah usia 6 sampai dengan kurang dari 15 tahun dan petugas akan turun langsung ke sekolah-sekolah, sedangkan untuk balita usia 9 bulan sampai 5 tahun dilaksanakan pada bulan September di puskesmas, posyandu, dan pokeskam. Yang jelas, koordinasi lintas sektoral juga kita lakukan untuk menyukseskan imunisasi ini, sebab target kita 90 persen dapat tervaksin,” terangnya.

Majril menegaskan, imunisasi MR penting dilakukan untuk menghindari serangan virus yang dapat menyebabkan cacat dan kematian tersebut, baik pada balita ataupun ibu hamil. Bahkan, program nasional dari Kemeterian Kesehatan ini menargetkan seluruh masyarakat di Indonesia terbebas dari penyakit Campak dan Rubella pada tahun 2020 mendatang.

“Kalau di Tubaba sampai dengan tahun 2018 ini belum ada kasus Campak Rubella, tapi ini adalah program nasional dan harus dilakukan vaksin serentak, mengingat Campak dan Rubella sangat menular, dapat menyebabkan cacat dan kematian,” ulasnya.

BACA : Tabrak Pick Up, Pengendara Ninja Meninggal di Lamtim

BACA : Kesuma Pustaka di Lamtim Masuk Nominasi Tingkat Nasional

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh masyarakat khususnya para orang tua dapat berperan aktif mendukung kesuksesan imunisasi ini. “Jadi, orang tua diharapkan membawa anak-anak mereka ke tempat imunisasi. Perlu kami ingatkan juga, imunisasi ini tidak memandang status imunisasi yang sudah dilalui. Artinya, walaupun si anak sudah di imunisasi campak, tetap akan kita berikan imunisasi kembali. Masyarakat juga tidak perlu mengkhawatirkan biaya, karena imunisasi ini tidak dipungut biaya atau gratis,” pungkasnya. (Irawan/Bas)

Facebook Comments