Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Ombak di Laut Tanggamus Beresiko, Nelayan Kelumbayan Butuh Bantuan

118
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Nelayan di Pekon Napal, Paku, Umbar dan Penyandingan, di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus berharap bantuan kapal ukuran besar serta alat tangkap ikan, guna untuk mempermudah melaut ketika terjadi angin kencang dan ombak tinggi.

Kardi (37), salah seorang nelayan di Pekon  Paku mengatakan selama ini para nelayan yang di pantai Paku, Umbar dan Penyandingan tidak bisa melaut untuk menangkap ikan jika laut rajuh (ombak tinggi).

“Kami para nelayan disini terpaksa  kembali ke rumah kalau pas sedang di laut ombak tinggi dan angin kencang karena perahu yang kami miliki ukurannya terlalu kecil,” katanya, Senin (30/07/2018).

BACA : Oknum Pamen Polda Lampung Diperiksa KPK? Irjen Pol Suntana Kaget

BACA : Panitia Pilkati Serentak Tubaba Verifikasi Berkas Bakal Calon Kepalou Tiyuh

Selain itu kata dia, mereka juga mengharapkan bantuan alat tangkap seperti jaring ikan, sebab mereka kekurangan alat tersebut. “Nelayan di desa kami dan desa-desa di pesisir Teluk Semaka di Kecamatan Kelumbayan, butuh alat tangkap, jaring ikan dan kapal sebab perlengkapan tersebut jumlahnya terbatas dan banyak yang rusak,” ujar Kardi.

Zubaidi, Kepala Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan mengatakan para nelayan yang tersebar di Pantai Harapan (Penyandingan), Napal, Paku, Umbar, Negeri Kelumbayan dan Kiluan sangat membutuhkan perlengkapan tersebut untuk mendukung pekerjaan mereka. “Kondisi perahu dan peralatan penangkap ikan yang ada sudah banyak yang rusak, sehingga tidak mampu menghasilkan tangkapan yang maksimal,” kata dia.

Selain itu, Kadek Sukresna, Kepala Pekon Kiluan Negeri mengatakan, nelayan  juga sangat membutuhkan fiber untuk tempat penyimpanan ikan agar tetap segar. “Kami kekurangan dana untuk membeli fiber atau penyimpanan ikan itu karena harganya cukup mahal sekitar Rp2,5 juta dan jaring ikan yang kami miliki sudah banyak yang rusak,” katanya.

BACA : Diskes Tulangbawang Barat Target 70.910 Balita Diimunisasi Measles

BACA : Supriyadi Alfian: Yang Tergabung di PWI Bukan Wartawan Bodrek atau Abal-Abal

Menurutnya sudah dua bulan ini hasil pendapatan melaut mereka menurun karena cuaca yang tidak menentu. Akibat cuaca yang tidak menentu membuat para nelayan kesulitan melaut, sehingga sudah dua bulan terakhir penghasilan mereka turun drastis.

”Kehidupan nelayan disini masih tergantung cuaca, kalau cuaca jelek maka tidak bisa melaut. Karena kapal yang digunakan masih perahu kecil, yang terbatas daya jelajahnya. Untuk itu bantuan kapal motor antara 5 sampai 15 groston sangat diharapkan demi perbaikan kehidupan nelayan disini,” katanya. (Sayuti)

Facebook Comments