Satelit Merah Putih Milik Telkom Diluncurkan 4 Agustus, Ini Fungsinya

214
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/2-80.jpg
Satelit Merah Putih milik Telkom saat berada di pabrik SSL. Saat ini, satelit sudah berada di lokasi peluncuran SpaceX, Cape Canaveral Air Force Station, Florida. Satelit Merah Putih rencananya akan diluncurkan menuju slot orbit pada 4 Agustus 2018.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) saat ini telah berada di lokasi peluncuran SpaceX, Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan satelit Merah Putih sudah berhasil dikirimkan dari pabrik Space Systems Loral (SSL) di Palo Alto, California, ke lokasi peluncurannya.

“Satelit Merah Putih rencananya akan diluncurkan menuju slot orbit 108 derajat Bujur Timur (108 BT) pada 4 Agustus sesuai pernyataan resmi yang kami terima dari SpaceX selaku perusahaan penyedia jasa peluncuran,” ujar Arif Prabowo, Kamis (26/07/2018).

BACA: Ini Isi Kesepakatan Batas Waktu Hiburan Malam di Tuba dan Tubaba

BACA: Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018: Warga Bisa Lihat Planet Mars

Dikatakannya, SSL sebagai manufaktur telah berhasil menyelesaikan pembuatan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Pembuatan Satelit Merah Putih memakan waktu 2,5 tahun dimulai dari awal 2016.

Pembangunan Satelit Merah Putih melibatkan 2 perusahaan Amerika Serikat, yakni SSL sebagai pabrikan pembuat Satelit serta SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit. SSL adalah manufaktur satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pembangunan Satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal.

“Selanjutnya Satelit Merah Putih akan diluncurkan menuju slot orbitnya menggunakan Roket Falcon 9 milik SpaceX,” kata Arif.

Satelit Merah Putih akan memperkuat bisnis satelit Telkom yang sebelumnya telah mengoperasikan satelit Telkom-2 dan Telkom 3S.  Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, sedangkan 24 transponder C-Band lainnya akan menjangkau Kawasan Asia Selatan. Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun.

BACA: Saksikan Gerhana Bulan Total 27-28 Juli 2018 dari Institut Teknologi Sumatera

BACA: Rokok Elektrik ‘Vape’ Dikenai Cukai, Begini Kata YPKP Indonesia

“Seiring dengan peluncuran Satelit Merah Putih yang kian mendekati waktunya, kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia agar peluncuran dapat berjalan lancar hingga Satelit Merah Putih beroperasi di slot orbitnya di atas wilayah Indonesia,” kata Arif. (*)

Sumber: Republika.co.id

Tanggapan Anda: