Penambang Pasir Way Semaka Kesulitan Mendapat Pasir
Kupastuntas.co, Tanggamus - Penambang pasir disepanjang bantaran Way Semaka di Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus mengeluh kesulitan mendapatkan pasir akibat menurunnya debit air Way Semaka.
"Sejak menurunnya debit air Way Semaka, sulit sekali untuk mendapatkan pasir," kata Warto (40), seorang penambang pasir di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Rabu (01/08/2018).
Beno, penambang pasir di Pekon Banjarsari, Kecamatan Wonosobo mengatakan, tidak adanya hujan membuat debit air Way Semaka terus menyusut. Dampaknya stok pasir yang mereka ambil dengan cara disedot menggunakan mesin penyedot semakin habis. "Paling banter sehari cuma dapat dua truk pasir. Tidak seperti biasanya pasir susah didapat," katanya.
BACA: Wabup Lamtim Canangkan 263.238 Anak di Imunisasi Meales Rubella
BACA: Guru Mengaji Diduga Cabuli Sejmlah Murid di Lamtim
Limin, penambang lainnya menambahkan penyusutan debit air Way Semaka ini mengakibatkan pasir yang berada di hulu Way Semaka tidak dapat turun ke daerahnya. Biasanya pasir tersebut akan terseret banjir dan sampai di tempat penambang setempat mencari pasir. "Ini sudah lama sungai tidak banjir, jadi pasir yang ada sedikit," katanya.
Para penambang pasir ini menuding, menyusutnya debit air Way Semaka ini akibat hulu Way Semaka dibendung menjadi Dam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikelola PT. Posko Enginerinh ENC di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.
"Gara-gara dihulu Way Semaka ini dibuat DAM untuk PLTA, sejak itu sulit mendapat pasir. Karena pasir dari hulu yang sekarang dibendung tidak bisa hanyut ke hilir," kata Firdaus, penambang pasir di Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Tanggamus.
BACA: Rabobank Indonesia Siap Danai Pengusaha Sektor Pangan dan Agribisnis
BACA: Rabobank Anggarkan 200 Miliar Bantu Pengusaha Kopi Lampung
Akibat kelangkaan itu, harga pasir mengalami kenaikan. Pasir yang semula Rp140 ribu per mobil L300, sekarang menjadi Rp170 ribu mobil. "Ini harga pasir yang sudah sampai ke pembeli di rumah," kata Mulyono, salah seorang sopir pengangkut pasir. (Sayuti)
Berita Lainnya
-
Tol Trans Sumatera Dikeluhkan: Mahal, Bergelombang, dan Minim Penerangan
Minggu, 11 Januari 2026 -
Akses ke Kompleks Pemkab Tanggamus Ditutup: Warga Turun Tangan Perbaiki Jalan Sendiri
Minggu, 04 Januari 2026 -
Wisata Tanggamus Berulang Makan Korban: 2 Anak Tewas di Way Lalaan dan Remaja Nyaris Tenggelam di Pantai Cuku Batu
Jumat, 02 Januari 2026 -
Jembatan Gantung Garuda Resmi Difungsikan, Warga Pekon Umbar Tanggamus Tak Lagi Terisolasi
Selasa, 30 Desember 2025









