Beranda Pariwisata

Catat! Lampung Krakatau Festival Digelar 24 – 26 Agustus 2018

119
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya me-launching event ini bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kamis (9/8/2018) di Kantor Kementerian Pariwisata. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Jakarta – Lampung Krakatau Festival 2018 (LKF 2018) dipastikan bakal digelar 24 – 26 Agustus 2018. Kepastian didapat setelah Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya me-launching event ini bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kamis (9/8/2018) di Kantor Kementerian Pariwisata.

LKF 2018 akan dilaksanakan dua lokasi, yaitu di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan dan dimeriahkan 4 event utama dan beberapa event dukungan. Yaitu Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai (20 – 25/8/2018), Lampung Krakatau Expo (20 – 26/8/2018), Trip Krakatau (25/8/2018) dan Lampung Culture and Tapis Carnival (26/8/2018).

Baca Juga: Polda Lampung Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Rajabasa 

“Lampung Krakatau Festival menjadi satu-satunya event dari Provinsi Lampung yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Wonderful Indonesia tahun 2018 ini. Event budaya unggulan Lampung ini sepenuhnya mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata,”  kata Menpar.

Menpar menilai, Krakatau sangat tepat dijadikan sebagai ikon pariwisata Lampung dan menjadi branding yang mendunia. Selain Festival Krakatau, ada 3 destinasi unggulan Lampung yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pantai Krui, dan Taman Bumi Kedaton. Atas dasar atraksi inilah Pemerintah Provinsi Lampung berani menargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 275 ribu kunjungan dan 12 juta pergerakan wisatawan nusantara di 2018.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, penyelenggaraan LKF 2018 tidak hanya untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung. Tetapi juga memperkuat branding Krakatau.

“Event Lampung Krakatau Festival 2018 harus mampu menjadi atraksi wisata yang menarik sekaligus menjadi sarana promosi bagi destinasi wisata. Namun dengan tetap mengangkat dan melestarikan seni budaya asli daerah guna menangkap peluang kunjungan wisatawan,” kata Ridho.

Baca Juga : Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Kebun Bonsai Milik Warga Lamsel

Dia menjelaskan, Lampung harus dapat menangkap peluang di sektor pariwisata. Karena ini memberikan multiplier effect yang luas dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pihaknya terus berbenah untuk menjadikan sebagai destinasi wisata yang siap bersaing karena semakin terbukanya akses wisatawan ke Provinsi Lampung.

“Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang di ujung selatan Pulau Sumatera terus berbenah dengan pembangunan infrastruktur aksesibilitas. Antara lain membangun Dermaga 7 VIP Pelabuhan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera, serta menjadikan status Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional,” sebutnya. (Rls/Erik)

Facebook Comments