Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

63 Pegawai Dipensiun, PNS Tubaba Semakin Berkurang

205
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Sebanyak 63 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pensiun pada tahun 2018 ini, hal itu berdasarkan usia mereka yang telah sampai pada Batas Usia Pensiun (BUP) yang ditetapkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Para abdi negara yang telah dan akan purna bhakti (pensiun) tersebut terdiri dari 3 orang Tenaga Kesehatan, 4 orang Fungsional Penyuluh, 20 orang Pegawai Struktural, serta 36 orang Fungsional Guru dan Pengawas atau Penilik.

“Yang paling banyak (pensiun) adalah guru dan pengawas. Sehingga, mau tidak mau Tenaga pendidik di Kabupaten Tubaba yang berstatus PNS jadi berkurang karena batas usia mereka yang mengharuskan pensiun,” ungkap Dedi Irawan, Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Data pada Badan kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Tubaba, saat ditemui di ruang kerjanya pekan lalu.

BACA: Modus Keracunan, Kawanan Ini Peras Owner Apotek di Tanggamus

BACA: Meriah, Bupati Lampung Timur Buka Festival Dayung Way Bungur

Dari seluruh PNS yang masuk masa pensiun tahun ini, 9 orang diantaranya tercatat menduduki jabatan struktural di Lingkungan Pemkab Tubaba. Antara lain Indra Sakti (Kasi Pemerintahan Batu Putih) pensiun Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari, Edi Suyatno (Kabid BPBD) TMT 1 April, Imam Syafe’i (Kasubbag di Dinas Perkimta) TMT 1 April, Mashadi (Sekretaris Dinas PMD) TMT 1 april, Suroso (Irban Inspektorat) TMT 1 Mei, Sutarman (Sekretaris Disporapar) TMT  1 Juni, Rahmad (Kabid Dinas Pertanian) TMT  1 Juni.

“Dua pejabat lagi yang akan menyusul yakni Pak Darmawan yang saat ini menjabat Sekcam Tulangbawang Tengah akan pensiun per 1 September dan Pak Suwondo selakau Kabid di Dinas PMD akan pensiun per 1 November,” terangnya.

Untuk diketahui, lanjutnya, ada 3 (tiga) jenis pensiun bagi PNS, yakni pensiun berdasarkan BUP, Pensiun Janda/Duda karena Meninggal Dunia, dan Pensiun Dini. Terkait BUP, bagi tenaga guru dibatasi hingga 60 tahun, pegawai struktural berusia 58 tahun, sementara pejabat eselon II batas usia 60 tahun.

“Tahun ini ada 1 orang yang pensiun karena meninggal dunia dan SK pensiunnya juga sudah terbit, yakni Kasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sedangkan yang pensiun dini tidak ada,” terangnya.

Mengenai mekanisme dalam proses pensiun, Dedi Irawan menjelaskan bahwa PNS yang telah memasuki masa pensiun wajib mengajukan usulan pensiun ke satuan kerja mereka untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) terkait pensiunnya itu.

“Baru setelah itu, satker menyampaikannya ke BKD, dan kami yang memprosesnya untuk diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan BKN yang nantinya mengeluarkan SK Pensiun tersebut,” terangnya.

BACA: Mabes Polri Turunkan Personil Antisipasi Karhutla Jelang Asian Games 2018

BACA: Bupati Lamtim Lepas Calon Jamaah Haji Kloter Terakhir

Setelah SK pensiun terbit, imbuhnya, maka dilanjutkan ke bagian keuangan pemda untuk diterbitkannya Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) Gaji PNS mereka.

“Baru kemudian ke Taspen yang dalam hal ini merekalah yang nantinya akan mengeluarkan gaji pensiunan tersebut setiap bulannya, bukan pemda lagi. Untuk penyaluran gaji ini, mereka (pensiunan) bisa memilih melalui Kantor POS atau pun Bank BRI,” tukasnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments