Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Anjurkan Tutup SPBU Simpang PU

313
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/hanya-hitungan-jam-premium-dan-pertalite-di-spbu-simpang-pu-tubaba-ludes-diserbu-warga-01.jpeg
SPBU Simpang PU Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba. Foto: Putra/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat ‎(DPRD Tubaba) dipandang sebelah mata oleh pihak manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24345116 Simpang PU ‎Tiyuh Candra Mukti Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Hal tersebut ditengarai setelah pemanggilan kedua terhadap pihak SPBU terkait akan dilakukan rapat dengar pendapat (hearing) guna ‎mengklarifikasi legalitas perizinan yang dikantongi pihak manajemen yang diduga tidak jelas ‎sejak tahun 2010 hingga 2018‎. ‎

BACA: Kejati Lampung Rilis 21 Terpidana Mati dan Seumur Hidup

BACA: Oknum Dosen Diduga Cabuli Mahasiswa di Lampung Sudah Ditahan

Ketua Komisi A DPRD Tubaba Ruslan bahwa mengatakan ketidakhadiran pihak SPBU pada Hearing yang diagendakan pada Senin (13/08/2018) pukul 10:00 WIB di ruang rapat Komisi C semakin menguatkan dugaan ‎jika SPBU tersebut memang Ilegal dan tidak berizin.

Dengan demikian, DPRD kembali melayangkan surat kedua agar pihak SPBU dapat hadir guna mengklarifikasi legalitas perizinan mereka dan tanpa perwakilan.

“Itukan ada indikasi yang tidak beres kita dari Komisi A tetap melakukan pemanggilan dan hari ini Senin (13/08/2018) surat telah dikrimkan, besok (14/08/2018) pihak SBPU harus hadir dan memberikan keterangan terkait legalitas‎ mereka dengan dihadiri oleh semua dinas terkait,” ungkap Ruslan saat dihubungi Kupastuntas.co.

Ruslan menegaskan, jika pihak manajemen SPBU tersebut kembali tidak hadir pada hari dan waktu yang telah kita tetapkan, ‎maka pihak legislatif akan membuat surat rekomendasi kepada Pihak Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) untuk melakukan teguran secara resmi dan tertulis, sebab DPRD tidak dapat langsung melakukan penutupan serta merta tanpa melalui prosedur yang berlaku.

“Jika surat teguran itu telah di terima pihak SPBU dan mereka tetap tidak mengindahkan pemanggilan DPRD, maka DPRD akan merekomendasikan kepada dinas terkait agar melakukan tindakan tegas penutupan aktivitas SPBU terkait secara resmi. Artinya, kita selaku wakil rakyat telah menjalankan kinerja sesuai prosedur juga tahapan aturan,” cetusnya.

BACA: 10 Pemburu Beruang di Pesibar Dibekuk, Ini Kata Kapolda

BACA: Produksi Padi di Tubaba Terus Meningkat Setiap Tahun

Senada disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Tubaba Paisol. Menurutnya, jika pihak manajemen SPBU terkait tetap tidak hadir pihaknya akan segera memberikan rekomondasi kepada dinas terkait untuk melakukan penutupan.‎

‎”Berarti dugaan keterlibatan oknum dan pejabat di belakang SPBU itu benar dong, dan mereka merasa hebat. Artinya kewenangan kami selaku wakil rakyat telah kami jalankan dan jangan sampai masyarakat bertindak anarkis akibat hilang kepercayaan kepada pemangku pemerintah selama ini,” ucap Paisol. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments