Beranda Bandar Lampung

Meski Lomba di Sungai Kotor, Warga Teluk Betung Semangat Rayakan HUT RI

112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/1-100.jpg
Keseruan Lomba Panjat pinang warga Jembatan beton bantaran Kali Belahu TBS, Bandar Lampung, Minggu (19/08/2018). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co Bandar Lampung – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73 yang jatuh di setiap 17 Agustus, masih berlangsung hingga hari ini, Minggu (19/08/2018).

Kemeriahan tersebut masih terasa di daerah Jembatan Beton Pasar Ambon, Kelurahan Gedung Pokuon, Kecamatan Teluk Betung Selatan (TBS). Warga yang tinggal di bantaran Sungai Wai Belau masih merayakan dengan beberapa cabang perlombaan seperti panjat pinang dan balap dayung karet ban dengan tangan di sungai, Minggu (19/08/2018).

BACA: Tiga Kali Mangkir Hearing, SPBU Simpang PU Tubaba Bisa Ditutup

BACA: APBD Mesuji Rp800 M Lebih Tapi Alokasi Bidang Kebudayaan Hanya 1%

Meskipun kondisi sungai yang kotor, banyak sampah, dan airnya berwarna hitam, warga tetap antusias jalani perlombaan.

Salah satu peserta dayung karet Ban ibu Yeni (30) menerangkan pihaknya tidak mengeluh dengan kondisi sungai yang bau dan kotor. Karena baginya hal sebagai ajang seru-seruan,

“Ini Kan untuk ngerayain tujuh belasan, gak apa-apa setahun sekali, yah meskipun menahan bau karena airnya item gitu, tapi asyik aja,” ungkapnya.

BACA: Paskibraka Lamtim Siap Sukseskan HUT Kemerdekaan RI

BACA: Manuver Politik, Prabowo-Sandi ‘Main’ ke Wapres, Golkar dan PBNU

Hal serupa juga di sampaikan oleh Herman, salah satu peserta panjat pinang. Dirinya mengungkapkan keseruan panjat pinang di sungai lebih seru daripada panjat pinang di darat seperti di tempat lain.

“Lebih seru di sungai, karena kan basah tuh jadi tambah licin, kalau di darat mah sudah biasa, yah meskipun sungainya kotor, yah tapi tetap seru kok, setahun sekali,” kata dia. (Sule)

Facebook Comments